Sepekan PSBB di Bandung, Polisi 12.781 Bubarkan Massa

Sepekan PSBB di Bandung, Polisi 12.781 Bubarkan Massa
Foto: Syamsuddin Nasoetion.

INILAH, Bandung - Sebanyak 12.781 kali Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melakukan tindakan pembubaran massa dalam kurun waktu sepekan. Selain itu, ribuan blanko diberikan terhadap pelanggar berkendara saat PSBB

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga, mengatakan, pembubaran massa tersebut dalam rangka menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat.

"Terkait pembubaran kerumunan massa, kita sudah melakukannya sebanyak 12.781 kali, itu dalam kurun waktu sepekan PSBB," ucap Erlangga saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (13/5/2020).

Erlangga menyebutkan, dari angka tersebut Kabupaten Karawang menjadi wilayah yang paling banyak penindakan pembubaran massa. Jumlah penindakannya mencapai lebih dari dua ribu kali.

"Kabupaten Karawang paling banyak. Jumlahnya 2.052 kali," ungkap Erlangga.

Selain melakukan pembubaran massa, Erlangga mengungkapkan, Polisi juga melakukan tindakan terhadap pelanggaran dalam berkendara saat PSBB. Sebanyak 3.637 teguran tertulis atau blanko diberikan terhadap para pelanggar.

"Untuk penindakan blanko, totalnya ada 3.637 blanko yang dikeluarkan sampai tanggal 11 Mei 2020," tutur Erlangga.

Berdasarkan data yang diterima, lanjut Erlangga, pemberian blanko paling banyak terjadi di Kabupaten Garut dengan jumlah blanko yang keluar sebanyak 990 lembar. Kemudian Kota Bandung dengan jumlah blanko sebanyak 856 lembar.

Meski begitu, tidak semua pelanggaran diberikan teguran tertulis. Ada juga beberapa pelanggaran yang hanya diberikan teguran lisan.

"Selain teguran tertulis, kita juga melakukan teguran secara lisan. Jumlahnya ada 75.804 pelanggar," ujarnya.

Saat disinggung terkait jenis pelanggaran, Erlangga menambahkan, para pelanggar ini rata-rata melakukan pelanggaran mulai dari tidak menggunakan masker, tidak menggunakan helm saat berkendara sepeda motor, tidak menggunakan sarung tangan, penumpang tidak jaga jarak hingga kendaraan melebihi kapasitas.

"Paling banyak pelanggaran itu tidak menggunakan sarung tangan. Jumlah pelanggar mencapai 67.486 pelanggar," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)