PPJ dan Dinkes Kota Bogor Telusuri Riwayat Pedagang Positif Covid-19

PPJ dan Dinkes Kota Bogor Telusuri Riwayat Pedagang Positif Covid-19
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mulai menutup satu lantai di Pasar Bogor selama tiga hari ke depan. Selain itu, imbas dari satu pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu PPJ pun membentuk tim khusus untuk menelusuri riwayat pedagang baju anak berinisial S.

Dirut Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir mengatakan, saat ini pihaknya memerintahkan dua pegawai penagih invoice dari unit Pasar Bogor melakukan isolasi mandiri di rumah. Pihaknya pun mulai menutup total lantai 1 Pasar Bogor.

"Karena komoditasnya berbeda, kita putuskan hanya menutup lantai 1 saja. Penutupan dilakukan petugas unit pasar Bogor dan langsung dilakukan penyemprotan disinfektan," kata Muzakkir, Rabu (13/5/2020).

Dia menjelaskan, pihaknya tidak menutup semua lantai di pasar itu karena kebutuhan sembako warga Kota Bogor terpenuhi dari Pasar Bogor. Selain itu, dia pun mengatakan jika langsung ditutup maka dikawatirkan akan terjadi penumpukan di pasar lain.

Di bagian lain, bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pihaknya membentuk tim khusus untuk menelusuri riwayat pedagang tersebut. Berdasarkan pengecekan di pasar, pedagang di sekitar kios pedagang itu mengikuti rapid test dan hasilnya menunjukkan tidak reaktif.

"Atas hasil itu, tim kemudian bergerak ke rumahnya di kawasan Kabupaten Bogor. Saat melihat kondisinya lingkungan rumahnya, keadaan seperti normal saja, masih ada salat tarawih dan seakan tidak ada pemberlakuan PSBB. Karena itu tim masih menelusuri," tuturnya.

Dia menegaskan, guna meyakinkan status kesehatan pedagang S kini PPJ memintanya kembali melakukan swab test bersama 19 orang lain yang pernah berinteraksi satu pekan terakhir.

"Hasilnya nanti tiga hari sampai satu minggu setelah cek. Untuk itu, kami mengarahkan keuarga pedagang S melakukan isolasi mandiri. Selain itu dua orang karyawan kami diperintahkan isolasi mandiri karena sempat berinteraksi dengan S. Pedagang S dengan keluarganya dan dua karyawan kami total 20 orang sudah di swab test," jelasnya. (Rizki Mauludi)