Ketua Apnatel Jabar: Pendirian LIO Tetap Jalan di Tengah Pandemi

Ketua Apnatel Jabar: Pendirian LIO Tetap Jalan di Tengah Pandemi
Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) Jawa Barat Boris Syaifullah. (istimewa)

INILAH, Bandung - Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) Jawa Barat Boris Syaifullah tetap berkeinginan mewujudkan Lingkungan Industri Optik (LIO) yang akan mendorong kemajuan telekomunikasi di Jawa Barat.

Sebelumnya, Lingkungan Industri Optik ini merupakan program yang dijanjikan oleh Pengurus Daerah Apnatel Jabar bekerja sama dengan Korea Selatan saat asosiasi perusahaan telekomunikasi ini melaksanakan rakor tingkat Jawa Barat beberapa bulan yang lalu saat belum merebaknya pandemi Covid-19.

“Sebagai cikal bakal LIO, kami sudah meminta mitra perusahaan dari pihak Korea Selatan untuk mengirimkan mesin kabel optik. Atau minimal kegiatan ini menggantikan LIO untuk sementara waktu. Memang pandemi Covid-19 ini sangat berdampak, ada penundaan, tapi kami tetap usaha untuk mewujudkan,” ujar Boris Syaifullah kepada INILAH melalui sambungan telepon dari Sumbawa, NTB, Rabu (13/5/2020).

Boris Syaifullah mengatakan, pendirian LIO tersebut, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan, Korea Miztek Co Ltd yang fokus di bidang fiber optik. Hasil kolaborasi itu terealisasi dengan didirikannya perusahaan penanaman modal asing (PMA) bernama PT Borsya Miztek Korina (BMK) Indonesia.

Saat ini, BorSya Grup mulai mengembangkan bisnisnya di Sumbawa, NTB. Di sini, Boris membentuk wadah “Rumah Enterpreneur” untuk para pengusaha, juga menciptakan pebisnis baru dengan adanya interaksi dan kolaborasi dari pengusaha makro dan mikro dalam wadah tersebut. (sur)