Pentingnya Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Desa di Tengah Pandemi

Pentingnya Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Desa di Tengah Pandemi

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat Dedi Sopandi menilai, pemanfaatan Desa dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah Pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Pasalnya, ketahanan pangan yang kuat bersumber dari hasil bumi pertanian pedesaan.

Hal itu disampaikan, Dedi dalam Webinar Series Ramadhan volume 3 yang digelar DPD KNPI Kota Bandung, dengan mengangkat tema "Peran Desa Membangun Dalam Menyokong Ketahanan Pangan Selama Pandemi", Rabu (13/5/2020).

"Hari ini kita sedang memasuki kedalam fase yang bisa kita sebut darurat kesehatan, darurat ekonomi & pangan, pengoptimalan hasil bumi pedesaan sangat diperlukan untuk saat ini," ucap Dedi melalui aplikasi Zoom Meeting.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, ketahanan pangan yang bersumber dari desa dibagi menjadi tiga aspek penting. Diantaranya, tata niaga, produsen (kesejahteraan petani) dan produksi.

Oleh karena itu, lanjut Dedi, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mencapai tiga aspek tersebut. Pasalnya, ketahanan pangan yang bersumber dari desa tidak akan terwujud jika tidak ada kolaborasi semua pihak.

"Diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat desa, dengan agen perubahan dari kalangan pemuda dan elemen kampus agar kita dapat membalikkan konsep membangun desa menjadi desa membangun," ungkap Dedi.

Senada dengan Dedi, Ketua Program Studi Ekonomi FEB UNPAS Bandung  Dr. Horas Djulius, menuturkan, peran aktif pemuda atau mahasiswa dalam melakukan pendampingan pembangunan ketahanan pangan di desa sangat dibutuhkan.

Selain memberikan edukasi terhadap para petani, pemuda dan mahasiswa juga dapat menjadi jembatan aspirasi antara petani dan pemerintah.

"Peran aktif pemuda dan kampus dalam melakukan pendampingan di desa-desa sangat diperlukan, mereka kan bisa jadi jembatan aspirasi bagaimana petani bisa menyampaikan keluhannya terhadap pemerintah, dan pemerintah dapat mensosialisasikan kebijakannya. Khusunya terkait penguatan ketahan pangan dari pedesaan," ujar Horas.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara menambahkan, Kegiatan Webinar diharapkan dapat menjadi pemicu atau penggerak, untuk para pemuda khususnya mahasiswa dalam bahu membahu membangun ketahanan pangan dari desa.

Pasalnya, lanjut Hegun, ditengah pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini, sudah sejatinya ketahanan pangan yang bersumber dari desa mulai dioptimalkan. Sehingga, krisis pangan ditengah pandemi Covid-19 tidak akan terjadi di Jawa barat.

"Semoga kegiatan ini dapat menjadi pengingat untuk pemuda untuk lebih memperhatikan desa. Terutama dalam bidang ketahanan pangan," pungkas Hegun. (Ridwan Abdul Malik)