Lima Perusahaan Berminat Ikuti Program Keluarga Asuh Kota Bogor

Lima Perusahaan Berminat Ikuti Program Keluarga Asuh Kota Bogor
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor melakukan pemaparan Program Keluarga Asuh kepada calon donatur di Balai Kota Bogor. Program ini diajukan sebagai salah satu usaha memulihkan ekonomi warga terdampak pandemi Covid-19.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, sedikitnya ada lima perusahaan yang berminat mengikuti program tersebut. Yakni, mal BTM, PT Olympic Grup, Yayasan Sekolah Bogor Raya (SBR), PT Perdana Gapura Prima, dan Bigland Apartemen.

Dia mengaku, program ini merupakan upaya Pemkot Bogor memberikan perhatian khusus terhadap ekonomi warga. Inisiasi itu pun guna menyeimbangkan pengawasan di lapangan serta perhatian ekonomi. Pasalnya, dari 230 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Bogor, hanya 71.111 KK yang masuk dalam sistem data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan 90.379 masuk kategori non-DTKS atau miskin baru terdampak Covid-19.

"Masih banyak warga yang belum masuk di DTKS dan non-DTKS. Kami pun melakukan pendekatan kolaborasi dan partisipasi dengan membuat Program Keluarga Asuh," kata Bima, Kamis (14/5/2020).

Dia menjelaskan, dalam program ini setiap satu donatur menanggung satu keluarga penerima dengan jumlah donasi Rp1 juta untuk dua bulan. Bagi warga yang ingin menerima bantuan, bisa mendaftarkan melalui saluran yang ada untuk kemudian akan diverifikasi tim kelurahan dan kecamatan.

"Sementara, bagi pendonor bisa memilih keluarga mana yang akan dibantu. Donatur dan penerima pun bisa melakukan ijab kabul agar lebih ada ikatan emosional. Kami berharap program ini bisa jangka panjang dan meminta kerjasamanya untuk menyampaikan program ini ke temen-temennya," jelasnya.

Sementara, Sekretaris Yayasan SBR Muliawan menanggapi positif inisiasi tersebut. Pihaknya akan turut berpartisipasi menjadi calon donatur.

"Rencananya, kami akan mengasuh 30 keluarga dulu. Nanti, dana yang dibutuhkan itu merupakan anggaran langsung dari yayasan. Kami juga akan mempromosikan program ini di media sosial yayasan," terangnya.

Sedangkan, Regional Head PT Perdana Gapura Prima Wishnu Luckito mengatakan pihaknya pun mengapresiasi program tersebut.

"Kami akan konsultasikan dulu dengan pimpinan mau menanggung berapa KK. Dan kami juga akan sebarkan informasi ini ke warga perumahan agar mereka bisa ikut partisipasi. Harapan kami semoga pandemi ini bisa selesai, karena sampai kembali normal pun butuh proses," pungkasnya. (Rizki Mauludi)