Bedakan Daging Sapi dengan Daging Babi, Begini Caranya

Bedakan Daging Sapi dengan Daging Babi, Begini Caranya
Istimewa

INILAH, Bandung - Makanan olahan daging sapi, baik rendang, sambal goreng ati hingga gulai memang sedap disantap tatkala Idul Fitri yang kurang dari dua pekan ke depan akan dilaksanakan umat muslim. Namun belakangan ini Masyarkat dibuat resah dengan beredarnya daging babi yang diolah menyerupai daging sapi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Karena itu Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat berbagi tips agar dapat mengenali jenis daging yang dijual di pasar tradisional maupun pasar moderen. Seperti apa?

Plt Kepala Bidang Keswan (kesehatan hewan) dan Kesmavet (Kesehatan Masyarkat Veteriner) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Suprijanto mengatakan, terdapat lima hal yang membedakan antara daging sapi, daging babi dan daging celeng atau babi hutan.

"Yang membedakan mulai dari warna, serat daging, tekstur, lemak daging dan dan aroma," ujar Suprijanto, Kamis (14/4/2020).

Suprijanto meyampaikan, daging babi cenderung berwarna merah pucat, sedangkan daging celeng berwarna merah muda. Berbeda dengan daging sapi yang berwarna merah tua.

Dari segi serat daging, untuk sapi tampak kasar dan rapat, Sementara daging babi halus dan renggang. Sedangkan daging celeng agak kasar. 

"Kalau untuk tekstur, daging babi dan celeng itu lunak. Kalau sapi kan kenyal teksturnya," katanya.

Perbedaan juga tampak dari lemak daging, di mana daging babi tebal dan lunak, sementara daging sapi tebal dan keras. Sedangkan celeng atau babi hutan itu tipis. Suprijanto menambahkan, masyarkat juga dapat mengenali jenis daging melalui aroma. 

"Daging babi biasanya anyir, celeng juga anyir dan amis. Kalau daging sapi ya biasanya memang khas daging sapi itu sendiri," paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengajak masyarkat juga jangan tergiur oleh harga daging sapi yang terlampau lebih rendah dari harah pasar. Terlebih saat ini ada cara 'licik' yang dilakukan oleh penjual nakal agar dapat menjadikan daging babi menyerupai daging sapi. Hal itu pula yang terjadi dalam penyebaran daging babi menyerupai daging sapi di Kabupaten Bandung. 

"Saya dapat informasi di lapangan itu sudah melalui perubahan ada bahanyang dapay merubah warnanya segala macam. Sebetulnya kalau secara normal tidak ada penambahan apa apa itu bisa dibedakan secara jelas daging babi sapi itu," paparnya.

Sejauh ini, Suprijanto mengaku, pihaknya telah berupaya untuk melakuka sosialiasi. Di mana saat ini pun terdapat pengawas Kesmavet yang tersebar di setiap wilayah kabupaten kota di Jabar.

"Mereka fungsinya salah satunya pengawasan di lapangan. Jadi fungsinya banyak untuk sosialisasi untuk pengawasan untuk hal hal yang seperti itu," pungkasnya. (riantonurdiansyah)