1.112 Jamaah Calon Haji KBB Tunggu Kepastian

1.112 Jamaah Calon Haji KBB Tunggu Kepastian
Ilustrasi (net)

INILAH, Ngamprah - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum bisa memastikan jamaah haji bakal berangkat ke Tanah Suci tahun 2020 ini.

Kepala Kemenag KBB Ahmad Sanukri mengatakan, pihaknya belum bisa menyebut jamaah haji gagal berangkat, kendati belum ada satu pun jamaah haji yang diberangkatkan.

"Kami menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, seandainya terjadi hal yang tak diinginkan, uang jamaah bisa diambil kembali," katanya kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (14/5/2020).

Sanukri menjelaskan, penyelenggaraan haji ini mengacu pada satu komando. Artinya, kata dia, Direktorat Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI selaku penanggung jawab, sudah memberi arahan-arahan ke setiap daerah, muali dari provinsi termasuk Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat melalui rapat yang dilakukan secara daring.

"Ada beberapa pilihan terkait nasib jamaah haji, pertama jamaah bisa berangkat seperti biasa, artinya Pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan untuk memberangkatkan jamaah haji seluruh dunia dengan pertimbangan kondisi sudah normal," jelasnya.

Kedua, lanjut Sanukri, jamaah bisa berangkat, namun dengan beberapa pengecualian. Misal adanya pembatasan kuota, umpamanya jadi 50 persen, pembatasan usia, kemungkinan usia di bawah 50 tahun bisa berangkat, dan selanjutnya perlu ada karantina mandiri di masing-masing domisili.

"Untuk poin ketiga, betul-betul tidak menyelenggarakan ibadah haji tahun ini karena dianggap masih belum aman, namun bergantung Raja Salman, sebagai pemegang otoritas kedaulatan di Arab Saudi," ujarnya.

Sanukri menyebut, jumlah jamaah yang akan berangkat sementara ini sesuai kuota, yakni 1.112 orang. Hal tersebut dikarenakan proses pelunasan tahap kedua dimulai tanggal 12 Mei hingga 20 Mei 2020. Namun, lanjut dia, bagi yang sudah melunasi, kemudian Pemerintah Arab Saudi meniadakan haji tahun ini dengan pertimbangan wabah belum reda, uang pelunasannya bisa diambil.

"Yang diambil uang pelunasannya bukan uang setoran awal, karena kalau uang setoran awal yang diambil, jamaah dianggap mengundurkan diri," ujarnya.

Disinggung terkait umrah, pihak mengaku lebih fokus terhadap keberangkatan jamaah haji. Kendati demikian, Kemenag KBB siap jika seandainya harus mengembalikan uang jamaah karena itu merupakan hak masing-masing jamaah.

"Sebetulnya saat ini kita sedang menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi. Informasi terakhir sebelumnya Pemerintah Arab Saudi akan mengumumkan sampai tanggal 12 Mei, apakah jadi atau tidak penyelenggaraan haji? atau mengikuti opsi yang kedua dengan syarat," terangnya.

Sanukri mengaku, hingga saat ini pendataan mengenai pandemi Covid-19 di Arab Saudi belum tuntas sehingga sampai sekarang belum ada keputusan dari Pemerintah Arab Saudi.

"Sesuai keputusan Pak Dirjen, kita meminta sampai tanggal 20 Mei, Pemerintah Arab Saudi sudah bisa memutuskan, kalau tidak segera ini bahaya, maksudnya dari sisi persiapan karena tidak bisa dadakan. Tapi kita lihat sampai menjelang Idul Fitri," ujarnya.

Sanukri berharap, pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, karena bagaimanapun ibadah haji sangat penting bagi umat Muslim. Meskipun, kata dia, tahun depan ada prioritas sehingga mundur satu tahun. "Saya berharap ini kalau aman bisa diberangkatkan, karena bagaimanapun ini sangat penting," pungkasnya. (agus sn)