AS Perpanjang Larangan Dagang dengan Huawei

AS Perpanjang Larangan Dagang dengan Huawei
istimewa

INILAH, Washington DC - Presiden AS Donald Trump menandatangani perpanjangan larangan dagang atas Huawei hingga Mei 2021 atau selama setahun ke depan.

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi AS pun kembali tidak boleh menggunakan perlengkapan jaringan tertentu yang dibuat oleh Huawei.

Larangan dalam bentuk executive order pertama kali dikeluarkan pada Mei 2019 dengan alasan bahwa Huawei dinilai sebagai 'ancaman terhadap keamanan nasional AS'.

Segera setelah executive order ditandatangani Presiden Trump tahun lalu itu, Departemen Perdagangan AS pun langsung memasukkan nama Huawei berikut 70 perusahaan afiliasinya ke dalam daftar hitam 'Entity List'. Larangan ini pun membuat raksasa teknologi China itu tidak bisa lagi memakai aplikasi dan layanan Google di perangkat smartphone terbaru mereka.

Pemerintah AS mengklaim bahwa perlengkapan telekomunikasi buatan Huawei mengandung risiko bagi keamanan nasional karena bisa dipakai untuk memata-matai oleh Pemerintah China. Huawei telah berkali-kali menepis tudingan ini.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS kabarnya juga akan kembali memperpanjang lisensi sementara yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS berbisnis dengan Huawei.

Lisensi sementara yang akan berakhir pada hari ini (15/5/2020) ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak dari pelarangan dagang bagi perusahaan-perusahaan AS yang memakai produk-produk Huawei.

Selain sebagai pabrikan smartphone terbesar kedua di dunia, Huawei juga merupakan raksasa telekomunikasi yang menyediakan perangkat-perangkat jaringan 5G. (inilah.com)