MUI Kab Bandung Imbau Warga Sakit Tak Salat Id Berjamaah

MUI Kab Bandung Imbau Warga Sakit Tak Salat Id Berjamaah
ilustrasi/bambang prasethyo

INILAH, Bandung- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung mengimbau warga yang tengah sakit tidak memaksakan diri untuk melaksanakan salat id berjamaah.

MUI Kabupaten Bandung juga melinta MUI di tingkat kecamatan dan desa untuk berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Covid-19. Tujuannya, menentukan daerah mana saja yang dirasa aman untuk menggelar salat id.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Kabupaten Bandung, Aam Muamar mengatakan, berdasarkan fatwa terbaru MUI Pusat No. 28 Tahun 2020 tentang Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri di masa Covid 19.

Kemudian memerhatikan perkembangan situasi dan kondisi di masyarakat tentang penyebaran Covid 19 di Kabupaten Bandung, maka dengan ini MUI Kabupaten Bandung mengimbau kepada pengurus MUI kecamatan/desa atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk mempelajari fatwa tersebut, dan segera berkoordinasi dengan gugus tugas Covid 19 dan pemerintah setempat di wilayah masing-masing untuk mengetahui tentang status wilayah (zona) daerah.

"Sehingga bisa diketahui kemungkinannya, apakah di daerah itu memungkinkan atau tidak untuk digelar salat Idul Fitri," kata Aam Minggu (17/5/2020).

Kemudian, kata Aam, bagi yang menyelenggarakan salat Id berjamaah di lapangan atau masjid agar memperhatikan protokol kesehatan secara tepat. Serta, bagi masyarakat yang masuk kategori Orang Dalam Penatauan (ODP), pulang mudik atau mengalami sakit (flu, pilek, batuk atau demam) untuk menahan diri dan tidak mengikuti salat Id berjamaah.

“Orang Sakit Sebaiknya menahan melaksanakan solat Id," ujarnya.

Aam melamjutkan, bagi pengurus MUI kecamatan/desa atau DKM yang tidak bisa menyelenggarakan dengan alasan yang jelas, agar tidak memaksakan diri dan diminta untuk memberikan penjelasan yang rinci kepada jamaahnya masing-masing, serta menginstruksikan agar mereka melaksanakannya di rumah.

"Kepada gugus tugas Covid 19 diminta untuk dapat memetakan zona penyebaran Covid 19 di Kabupaten Bandung hingga ke tingkat desa, supaya memberi pemahaman yang lengkap dan menimbulkan rasa aman bagi kaum Muslimin setempat untuk memutuskan antara melaksanakan atau tidak salat Idulfitri secara berjamaah di lapang dan/atau masjid,” katanya. (rd dani r nugraha).