Felicia dan Vincent Bawa ITB Juara Asia Pacific

Felicia dan Vincent Bawa ITB Juara Asia Pacific
Ilustrasi (okky adiana)

INILAH, Bandung - Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dari Prodi Teknik Kimia Angkatan 2016, Felicia Shelly dan Vincent Oktavian Kaulika, yang tergabung dalam tim Stada berhasil meraih juara 1 pada ajang Schneider Go Green Asia Pacific Winner 2020. Acara tersebut diselenggarakan secara daring karena pandemi Covid-19.

Tim Stada berhasil meraih juara dengan ide buildings of the future, yaitu menciptakan sebuah sistem yang mampu mengurangi sampah makanan sekaligus mengubah sampah makanan tersisa menjadi energi dengan cara anaerobic digestion. Energi tersebut kemudian bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga lebih berkelanjutan dan self-sufficient.

“Kami menggunakan transformasi digital untuk memudahkan pengguna melakukan audit sampah makanan yang sebelumnya terabaikan dan banyak orang tidak tahu bagaimana untuk mulai mengurangi sampah makanan,” jelas Feli belum lamai ini.

Dia mengatakan sistem stada yang mereka berdua tawarkan, adalah suatu sistem yang membantu pengguna untuk mengurangi sampah makanan dan mengubah sisanya menjadi energi dengan mempelajari pola penghasilan sampah makanan dari restoran ataupun hotel/gedung dan menyusun algoritma disertai hardware pendukung sistem. Kemudian, sistem yang telah dirancang berupa machine learning based akan memberikan audit sampah makanan.

Audit ini berguna untuk menunjukkan sisi mana yang masih dapat dikurangi sampah makanannya, juga memberikan saran bagaimana cara pengguna dapat mengurangi sampah makanan. Sistem ini terdapat dalam dua versi, yaitu versi modular (customized) untuk pelaku bisnis, dan versi lengkap untuk pemilik gedung.

Dengan menjadi juara tingkat Asia Pasifik, Feli dan Vincent berhak untuk melaju ke tingkat global yang awalnya akan dilaksanakan pada 3-4 Juni 2020 mendatang di Las Vegas, Amerika Serikat. Namun mengalami penyesuaian karena kondisi pandemi ini hingga waktu yang belum ditentukan. Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Schneider Electric ini mengusung tema manajemen energi dan efisiensi energi dengan empat kategori utama, antara lain: Sustainable and Access to Energy, Buildings of the Future, Plants of the Future, dan Grids of the Future.

Untuk memastikan dan mematangkan ide mereka, Feli dan Vincent dipasangkan dengan mentor yang membimbing mereka dalam pengembangan ide lebih lanjut untuk menghasilkan ide yang lebih matang.

“Menurutku, ini adalah hal langka yang tidak disediakan di lomba-lomba serupa dan tentunya ini sangat membangun bagi para peserta dan ide yang dibawakan,” tambah Feli.

Saat ini, kedua mahasiswa yang memang dikenal aktif dalam berbagai perlombaan ini sedang menyusun rencana untuk pengembangan sistem melalui prototipe. Mereka berharap ide tersebut dapat terwujud dalam skala global. Prototipe sendiri akan mulai dibuat setelah masa pandemi ini, dan juga pengetesan terhadap pengguna (user testing).

"Karena urgensi terhadap masalah sampah makanan sudah melekat erat dengan kehidupan sehari-hari dan berdampak buruk pada lingkungan, mereka berharap ide ini dapat diimplementasikan secepatnya," pungkas Feli. (okky adiana)