PT LIB Itu Punya Klub, Jangan Main-main

PT LIB Itu Punya Klub, Jangan Main-main

INILAH, Bandung – Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar menaruh harapan besar kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) saat menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) Luar Biasa pada Senin (18/5/2020).

Umuh berharap rapat yang akan dilakukan secara virtual tepat pukul 12.30 WIB bersama para pemegang saham, yakni klub dan PSSI ini bisa diterima seluruh pihak. 

Menurut rencana, ada enam agenda yang akan dibahas dalam RUPS nanti. Pertama, soal laporan kegiatan dari Februari hingga Mei 2020. Lalu laporan keuangan. 

Agenda ketiga yakni proyeksi bisnis LIB tahun 2020 di tengah kondisi pandemi virus Corona (Covid-19). Pembahasan nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 serta subsidi klub akan menjadi agenda keempat yang dibahas.

Permintaan pengunduran diri Komisaris LIB pun akan dibahas dalam agenda kelima. Serta agenda keenam juga akan dibahas tergantung permintaan anggota rapat.

"Diharapkan kalau Liga kembali berjalan, sudah tidak ada permasalahan lagi," harap Umuh saat dihubungi, Minggu (17/5/2020). 

Namun dari beberapa agenda yang akan dibahas, Umuh berharap PT LIB bisa menjelaskan secara rinci soal pendapatan dan pengeluaran yang selama ini dilakukan. 

"LIB itu punya klub 99 persennya. Satu persennya PSSI. Jadi sipapun direktur atau pengurusnya, harus memberitahukan membuka pendapatannya berapa. Dapat dari sponsor A atau B hingga C dan D, berapa. Harus tertulis," katanya. 

Jika tidak terbuka dan tidak secara rinci, menurut Umuh akan membahayakan para pengurus PT LIB itu sendiri. Setidaknya akan mengurangi kepercayaan klub dan PSSI. 

"Jangan ada main-main. Nanti pasti ketahuan. Karena sponsor juga pasti akan terbuka dan ada pengawas juga. Di situ jantungnya PSSI untuk menjalankan tugas-tugas seperti pertandingan. Jadi tidak bisa main-main dan nggak sembarangan," tuturnya.

Karena itu, Umuh meminta PT LIB agar bisa lebih siap dalam menjawab seluruh pertanyaan yang akan menghampiri dalam RUPS nanti. 

"Jangan sampai saat RUPS, LIB tidak bisa mengatakan pendapatan, pengeluaran. Itu sangat berbahaya. Harus otomatis transparan dan terbuka. Kalau ada keliru, habis. Klub tidak akan memberikan toleransi," tegas Umuh. (muhammad ginanjar)