Soal Jadwal Liga 1, Umuh: Masak Kita Ngotot?

Soal Jadwal Liga 1, Umuh: Masak Kita Ngotot?

INILAH, Bandung – PT Liga Indonesia Baru (LIB) bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB), Senin (18/5/2020). Salah satu yang dibicarakan, jadwal kompetisi. Apa kata Umuh Muchtar?

Soal nasib Liga 1 2020, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, tetap berharap PT LIB bisa mengupayakan kompetisi tertinggi tanah air itu dilanjutkan. Umuh tak ingin kompetisi diganti dengan turnamen. 

“Tapi kalau memang tidak bisa dilanjutkan karena waktu tidak mencukupi, ya apa boleh buat. Masa kita ngotot. Tapi harapannya, tetap saya ingin kompetisi dilanjut,” katanya saat dihubungi di Bandung, Minggu (17/5/2020).

Dia berharap, jika kompetisi kembali berjalan, maka semestinya bisa berlangsung lancar-lancar saja. “Diharapkan kalau Liga kembali berjalan, sudah tidak ada permasalahan lagi,” kata mantan manajer Persib Bandung itu.

Sejauh ini, PSSI masih berpegang pada surat SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020, yakni bahwa Liga 1 2020 ditunda hingga akhir Mei sesuai dengan status tanggap darurat virus Corona (Covid-19) yang diputuskan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

PSSI masih menunggu hingga 29 Mei sesuai keputusan pemerintah. Setelah itu, kelanjutan soal kompetisi Liga 1 2020 akan kembali dibahas. 

Keputusan itu dikeluarkan PSSI usai menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) pada Selasa (12/5/2020) malam. Rapat digelar secara virtual yang dipimpin Ketua Umum Mochamad Iriawan berlangsung selama dua jam sejak pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.

"Kalau yang lain siap, Persib siap. Itu saja," tegas Umuh.

Menurutnya, Persib akan menuruti seluruh keputusan yang dikeluarkan PSSI. Termasuk dengan dilanjutkan atau tidaknya kompetisi yang baru berjalan tiga pertandingan itu. 

"Nanti juga pada ditanya dulu klub-klubnya, dimana keuntungan kerugiannya. Kalau dilanjutkan, Alhamdulillah. Kalau tanpa penonton, orang-orang juga bisa pada nonton di televisi. Minimal ada hiburan," katanya. (muhammad ginanjar)