Jelang Idul Fitri, 250 Pemudik Diprediksi Masuk Garut

Jelang Idul Fitri, 250 Pemudik Diprediksi Masuk Garut

INILAH,Garut,- Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Garut yang hingga kini masih dipandang banyak kalangan belum efektif tampaknya akan menghadapi persoalan lebih berat lagi pada hari-hari mendekati Idul Fitri 2020. Diperkirakan ada sebanyak 250 ribu pemudik dari berbagai kota besar siap menyerbu Garut dalam sepekan menjelang Idul Fitri.

Wabup Garut Helmi Budiman bahkan menegaskan hingga kini sudah sebanyak 50 ribu pemudik tiba di Garut. Sehingga terdapat 200 ribu pemudik lagi segera memasuki setiap kecamatan yang ada di Garut.

Helmi menyebut perkiraan banyaknya pemudik tersebut berdasarkan data perantau orang Garut yang mencapai sebanyak 250 ribu orang dengan beragam profesi."Kabupaten Garut kabupaten paling banyak perantaunya di antara kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat," ujar Helmi, Minggu (17/5/2020).

Untuk menghadapi lonjakan jumlah pemudik tersebut, lanjutnya, Pemkab Garut dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus bersiaga melakukan antisipasi dengan melakukan penyekatan di wilayah perbatasan. Suhu tubuh pemudik diperiksa di cek poin di perbatasan. Jika didapati suhu tubuhnya di atas 38 derajat selsius maka langsung dilakukan tes cepat Covid-19.

Helmi pun meminta seluruh pengurus RT dan RW di Garut berperan aktif mengawasi setiap pemudik yang datang ke kampungnya untuk mengantisipasi hal tak diharapkan. Salah satunya agar dilakukan isolasi mandiri bagi pemudik sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Indikasi kian banyaknya pemudik datang ke Garut setidaknya terlihat dari laporan kepolisian mengenai banyaknya kendaraan masuk ke Garut dari 6 hingga 16 Mei 2020 yang mencapai sebanyak 1.628 kendaraan roda dua dan 3.005 kendaraan roda empat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 118 kendaraan roda dua dan 67 kendaraan roda empat dikembalikan.
Dari hasil pengecekan kepolisian di cek point Kadungora, Balubur Limbangan, Malangbong, dan Cilawu tersebut terlihat kendaraan masuk Garut didominasi kendaraan roda empat. Namun tak satu pun terdapat kendaraan angkutan umum.

Dengan berdatangannya ribuan pemudik ke Garut, akankah pusat kota Garut masih menjadi magnet kunjungan warga seperti hari-hari menjelang Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya ?
Pasalnya, sebelum kedatangan pemudik diperkirakan berjumlah 200 ribu orang itu pun, keadaan pusat kota Garut tetap saja berjubel pengunjung kendati kendaraan tak bisa berlalu lalang kecuali di ruas-ruas jalan sekitarnya. Sampai-sampai sejumlah kalangan menyamakan PSBB di perkotaan Garut baik suasana Car Free Day. Ruas jalan kosong dari kendaraan namun dipenuhi para pedagang dan pengunjung.

Dengan kondisi seperti itu, bisakah perkembangan kasus Covid-19 di Garut dibendung? Sedangkan hingga kini, jumlah orang reaktif Covid-19 dari hasil tes cepat pun masih terus bertambah.(zainul mukhtar)