Rangga Sasana, Petinggi Sunda Empire Segera Disidang

Rangga Sasana, Petinggi Sunda Empire Segera Disidang
Sumber Gambar-Net

INILAH, Bandung - Kasus hoaks kelompok Sunda Empire akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Namun, sebelum disidangkan fakta baru terungkap dalam kasus tersebut.

Tim Kuasa Hukum tersangka Sunda Empire Rangga Sasana, Erwin Syahruddin, mengungkapkan, kliennya mulai memperlihatkan perubahan sikap. Keyakinan Rangga Sasana akan kelompok Sunda Empire pun goyah dan terkesan merasa tertipu oleh dua rekannya yaitu Nasri Bank dan Rd Ratna Ningrum.

"Untuk pernyataan di proses penyidikan-pemeriksaan jaksa, Ranggasasana sudah mulai tidak kekeh, dia merasa selama ini diperdaya oleh Nasri Banks dan Rd Ratna Ningrum. Namun menurut informasi dari jaksa, sebaliknya Nasri dan Ratna sangat sangat kekeh dalam apa yang diyakininya," ucap Erwin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (18/5/2020).

Erwin menjelaskan, perubahan sikap dari kliennya tersebut sudah terlihat saat dirinya ditangkap dan ditahan di Polda Jabar. Rangga lebih sering menghabiskan waktu untuk membaca buku terkait nasionalisme.

"Selama ditahanan dia ambil hikmah. Dia minta untuk dibelikan buku & alat tulis. Dia berencana membuat buku bertema nasionalisme-semangat kebangsaan, kepemimpinan yang nasionalis. Keluar dari penjara, dia rencana mau mendirikan yayasan," ungkap Erwin.

Saat disinggung kasus yang dihadapi kliennya. Erwin menambahkan, kliennya tidak melakukan pidana penipuan seperti yang dituduhkan selama ini. Menurutnya, pada persidangan nanti Jaksa akan mendakwa kliennya dengan Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Sejauh ini jaksa objektif melihat kasus ini karena mereka juga kan dalam dakwaan, dibebani pembuktian. Jadi jaksa sepakat ‎mendakwakan Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana untuk Ranggasasana," pungkas Erwin.

Sebelumnya, Tiga tersangka kasus hoax Sunda Empire telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat oleh Polda Jabar.

Polisi menerapkan Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan pada para tersangka. Namun ternyata batal karena perbuatan Ranggasasana dan kawan-kawan tidak ada unsur penipuan. (Ridwan Abdul Malik)