Kios Pedagang S Disegel Sampai Negatif Covid-19

Kios Pedagang S Disegel Sampai Negatif Covid-19

INILAH, Bogor - Unit Pasar Baru Bogor, menyegel toko pedagang berinisial S yang positif Covid-19 sampai pedagang itu sembuh. Selain itu Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) bersama tim gugus tugas Covid-19 rutin melakukan penyemprotan disinfektan di areal Pasar Baru Bogor khususnya lantai 1. 

Kepala Unit Pasar Baru Bogor, Untung P Tampubolon mengatakan, langkah pihaknya untuk menindaklanjuti positifnya pedagang S hasil swab test Badan Intelijen Negara (BIN), adalah dengan menutup total atau menyegel toko baju milik pedagang tersebut. 

"Hal ini kami lakukan untuk keamanan areal pasar Bogor, untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini. Karena khawatir juga meski sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, kita tahu Covid-19 itu kan tidak nampak, langkah antisipasi lebih baik," ungkap Untung kepada INILAH, Senin (18/5/2020) siang.

Untung mengaku, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan secara intens bersama tim gugus tugas Covid-19 Kota Bogor, agar tidak menyebar Covid-19 ini. 

"Setiap hari kami melakukan penyemprotan,kami dibantu dari gugus tugas Covid-19 Kota Bogor," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengumumkan satu orang pedagang Pasar Bogor positif Covid-19, Selasa (12/5). Di areal Pasar Bogor itu diketahui satu orang positif Covid-19 dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Itu merupakan hasil rapid test di Jalan Bata, Kecamatan Bogor Tengah yang digelar pada Senin (11/5).

Sebelum mengumumkan secara lantang, Bima Arya didampingi Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Muzakkir, Kepala Satpol PP Agustian Syach dan Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar waspada dan mengikuti instruksi pemerintah.

"Tes corona sudah menunjukkan hasilnya dan ini yang dikhawatirkan ada beberapa yang dicurigai positif dan ada satu terbukti positif Covid-19. Ya itu salah satu kios disini positif Covid-19," kata Bima menggunakan pengeras suara di Pasar Bogor.

Dia menegaskan, hal ini sangat berbahaya apalagi satu orang ini masuk kategori OTG karena bisa menular kepada yang lain. Semua bisa hitung berapa orang yang pedagang ini temui selama satu hari dan apa saja yang dia sentuh.

"Karena itu mohon pengertiannya kepada semua.Ya, kalau kepada yang sehat tidak apa-apa, kalau ada yang punya penyakit bawaan akan menjadi persoalan serius," tegas Bima. (rizki mauludi)