PSBB Jabar Berlanjut Secara Proporsional, Seperti Apa?

PSBB Jabar Berlanjut Secara Proporsional, Seperti Apa?
Ilustrasi/Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat akan dilanjutkan secara proporsional. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan level kewaspadaan penyebaran Covid-19 di tingkat kota kabupaten hingga kelurahan atau desa.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, dengan PSBB berbasis proporsional ini maka tidak akan lagi secara maksimal dilakukan di 27 kabupaten kota.

"PSBB Provinsi Jabar dilanjutkan, tapi berbasis proposional, tidak lagi maksimal di seluruh 27 kabupaten kota, akan jadi PSBB provinsi dengan propopsional, di mana kepada yang zonanya masih zona merah itu akan dilanjutkan," ujar Ridwan Kamil, Senin (18/5/2020).

Ridwan Kamil menambahkan, setelah  PSBB Provinsi Jabar yang terhitung sejak 6 hingga 19 Mei 2020 usai, pihaknya akan mengumumkannl tingkat kewaspadaan penyebaran Covid-19 di level kabupaten dan kota  serta di sekitar 5.300 desa di Jabar. Setiap desa atau kelurahan akan diberi status penyebaran Covid-19, dibagi dalam lima level.

Level 5 adalah kategori terburuk, warnanya hitam. Kemudian Level 4 adalah warna merah, yaitu daerah yang melakukan PSBB, seperti Jabar saat ini. Nanti setelah evaluasi, bisa turun ke Level 3, yaitu pembatasan tidak 30 persen lagi seperti PSBB, tapi boleh naik 60 persen.

Kemudian kalau evaluasinya bagus, akan masuk ke Level 2, warna biru, yaitu bisa ke 100 persen aktivitas, tapi berkegiatan menggunakan masker dan jaga jarak. Dan terakhir zona hijau, tapi belum memungkinkan karena zona hijau baru ada kalau virusnya nol. Pihaknya belum bisa mengenolkan virus sebelum vaksin tersedia

"Nanti dibagi berdasarkan kajian, mana yang daerah kota kabupaten dan level desa kelurahan ini yang kewaspadaannya Level 5 paling buruk, darurat kritis, ini warna hitam. kemudian yang sekarang Level 4 merah, berat dan hanya 30 persen boleh berkegiatan. Kemudian di Level 3 kuning cukup berat di mana PSBB-nya ini prosporsional, kegiatan boleh 60 persen. Mana yang masuk Level 2 warna biru, di mana kegiatan 100 persen tapi jangan ada kerumunan dulu. Mana yang masuk Level 1 warna hijau, kembali 100 persen aman kerkegiatan dengan protab kesehatan," jelas dia. 

Berdasarkan level kewaspadaan, katanya, belum ada kabupaten dan kota di Jabar yang masuk Level 1 atau zona warna hijau. Status yang ada adalah 4 kabupaten dan kota memiliki Level 2 atau zona warna biru, 14 kabupaten dan kota dengan Level 4 atau zona warna merah, dan 9 daerah lainnya di Level 3 atau warna kuning.

Penyebaran Covid Masih Harus Diwaspadai

Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengklaim sebelum dan pada awal PSBB, pergerakan aktivitas masyarakat sempat menurun sampai tinggal 20 persennya, kemudian meningkat kembali jadi 30 persen. Namun sejak tiga hari terakhir PSBB di Jabar ini terjadi peningkatan kembali menjadi sekitar 40 persen.

Dia khawatir bilamana pergerakan massa di sebelum dan setelah Idulfitri malah akan meningkat, padahal penyebaran Covid-19 masih harus diwaspadai. Agar penularan dapat dicegah, maka pergerakan menjelang lebaran ini harus benar-benar ditekan. 

"Makanya kami minta kepada Kapolda dan Pangdam agar lakukan siaga satu. Dari semua waktu ini, adalah minggu ini, dari sekarang sampai Lebaran, karena potensi lalu lintas akan naik. Kita monitor dalam satu dua hari, orang belanja berbondong-bondong di pasar dan sebagainya. Ini jangan sampai keberhasilan Jabar di PSBB ini akan terganggu oleh dinamika jelang Lebaran," bebernya.

Menurut Emil, penyebaran Covid-19 di Jabar sudah membaik secara signifikan bilamana melihat hasil evaluasi PSBB Jabar yang akan berakhir Rabu (20/5). Hak itu tampak dari jumlah kasus positif, di mana tak lagi menempati peringkat kedua terbanyak kasus positif setelah DKI Jakarta. Mengingat dalam seminggu terakhir berada di posisi ketiga, tersusul oleh Jawa Timur.

"Secara presentase juga, sacara jumlah penduduk ini Jabar sekarang ranking 23 dari 34 provinsi. Jadi untuk penduduk terbesar se-Indonesia, menempati prosentase di urutan ke-23, ini adalah keberhasilan dari semua tim di Gugus Tugas dalam menekan Covid-19," katanya.

Angka pasien Covid-19 di rumah sakit pun, katanya, adalah yang paling nyata mengalami penurunan. Di akhir April tercatat ada 430-an pasien per minggu, kini sudah di angka hanya 200 pasien. Karenanya, Emil menghaturkan banyak terima kasih kepada dokter dan tenaga kesehatan karena telah berhasil meningkatkan angka kesembuhan dua kali lipatnya.

"Sehingga jumlah kasur atau bed di fasilitas kesehatan hanya dipakai 30 persen di Jabar ini. Jadi beban di rumah sakit menurun, hanya 30 persen yang digunakan untuk merawat orang sakit," katanya.

Angka kecepatan penyebaran virus corona di Jabar pun, katanya, menurun. Hitungannya, dari awalnya seorang pasien positif dapat menularkan kepada tiga orang lainnya dalam sehari, setelah PSBB diberlakukan seorang pasien hanya menularkan kepada satu orang lainnya dalam sehari.

"Sehingga kasus rata-rata di bulan April yang masih 40 kasus per hari, sejak dua minggu terakhir PSBB ini, di angka 21-an kasus per hari. Jadi kami boleh menyimpulkan bahwa PSBB di Jabar ini melengkapi PSBB Bodebek dan Bandung Raya, boleh dikatakan in mengalami keberhasilan siginifkan, kasus turun rata-rata 50 persen," katanya.  (riantonurdiansyah)