Pusat Isolasi Covid-19 di Kemang untuk PDP Ringan dan ODP

Pusat Isolasi Covid-19 di Kemang untuk PDP Ringan dan ODP
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan Pusat Isolasi Covid-19 yang menempati Gedung Balai Pendidikan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Jalan Raya Parung Desa dan Kecamatan Kemang diperuntukkan untuk merawat Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan.

"Pusat Isolasi Covid 19 Kabupaten Bogor ini diperuntukkan merawat ODP dan PDP ringan dengan usia 15 tahun ke atas, kalau untuk bayi atau dibawah usia 15 tahun para PDP itu akan dirawat di rumah sakit," kata Ade kepada wartawan, Senin (18/5).

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor ini berharap Pusat Isolasi Covid 19 tidak digunakan karena disiplinnya masyarakat Bumi Tegar Beriman dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya berharap seluruh masyarakat disipin 
dalam menerapkan PSBB, andaipun ada kasus tambahan ODP atau PDP ringan itu pun jumlahnya tidak banyak karena disini hanya bisa menampung 64 ODP dan 20 PDP ringan," harapnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya kasus ODP dan PDP, Pemkab Bogor sambungnya juga bersama swasta sudah bersiap membangun Pusat Isolasi Covid 19 Kabupaten Bogor di wilayah selatan.

"Di selatan juga ada gedung pelatihan atau diklat yang bisa kita gunakan untuk sementara dibangun Pusat Isolasi Covid 19 Kabupaten Bogor, kalau untuk di wilayah timur kita masih mengandalkan RSUD Cileungsi dan beberapa rumah sakit swasta," sambung Ade.

Dalam peresmian Pusat Isolasi Covid 19 Kabupaten Bogor di Kecamatan Kemang, Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi juga turut hadir. Kepada wartawan menjelaskan penggunaan Gedung BPSDM untuk dijadikan Pusat Isolasi Covid 19 merupakan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Dalam Negeri  Tito Karnavian.

"Sebelumnya memang Presiden Joko Widodo mengarahkan ke Mendagri agar gedung - gedung diklat seperti Gedung BPSDM yang ada di Kemang, Kabupaten Bogor dijadikan rumah sakit darurat untuk menanggani wabah virus corona, lalu saya diperintahkan untuk menyiapkan hal tersebut dan berkordinaso dengan beberapa kepala daerah salah satunya Bupati Bogor Ade Yasin," jelas Teguh. (Reza Zurifwan)