Pasien Covid-19 Sembuh di Jabar Meningkat, Emil Apresiasi Tenaga Medis

Pasien Covid-19 Sembuh di Jabar Meningkat, Emil Apresiasi Tenaga Medis
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Antara Foto)

NILAH, Bandung- Dari total ketersediaan ruang isolasi Covid-19 pada rumah sakit rujukan di Jawa Barat, saat ini hanya 33,69 persen yang digunakan. Itu menandakan ada peningkatan jumlah pasien sembuh di Jabar secara signifikan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tenaga medis merupakan salah satu pihak yang berjuang keras untuk mendorong angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar. Karena itu, dia memberikan penghargaan dan terima kasih kepada para dokter, perawat, tenaga kesehatan, dan petugas lainnya yang telah berjuang. 

"Apresiasi kami dan doa kami untuk para dokter, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit, yang sudah bekerja luar biasa memberikan upaya kesembuhan yang maksimal. Semoga Allah SWT membalas perjuangan anda semua," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin  (18/5/2020)

Sebelum PSBB skala provinsi digelar akhir April 2020, dia mengatakan, pasien yang perlu dirawat dan diisolasi sekitar 430 pasien. Namun setelah PSBB diberlakukan, angkanya turun  menjadi sekitar 270 pasien.

Dari hasil evaluasi PSBB Jabar yang akan berakhir Rabu (20/5) ini, menurutnya, statistik penyebaran Covid-19 di Jabar sudah membaik secara signifikan. Dari sisi jumlah kasus positif, biasanya Jabar berada di peringkat kedua terbanyak setelah DKI Jakarta, namun dalam seminggu terakhir berada di posisi ketiga, tersusul oleh Jawa Timur.

"Secara presentase juga, sacara jumlah penduduk ini Jabar sekarang ranking 23 dari 34 provinsi. Jadi untuk penduduk terbesar se-Indonesia, menempati prosentase di urutan ke-23, ini adalah keberhasilan dari semua tim di Gugus Tugas dalam menekan Covid-19," katanya.


Emil -sapaan Ridwan Kamil- menambahkan, penurunan juga terjadi pada angka kecepatan penyebaran virus corona di Jabar. Hitungannya, dari awalnya seorang pasien positif dapat menularkan kepada tiga orang lainnya dalam sehari, setelah PSBB diberlakukan seorang pasien hanya menularkan kepada satu orang lainnya dalam sehari.

"Sehingga kasus rata-rata di bulan April yang masih 40 kasus per hari, sejak dua minggu terakhir PSBB ini, di angka 21-an kasus per hari. Jadi kami boleh menyimpulkan bahwa PSBB di Jabar ini melengkapi PSBB Bodebek dan Bandung Raya, boleh dikatakan in mengalami keberhasilan siginifkan, kasus turun rata-rata 50 persen," katanya. 

Hanya saja, di sisi lain, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang positif Covid-19 malah meningkat. Mereka hadir di tengah kerumunan dan sebagian adalah pemudik dari zona merah.

"Karenanya, jangan mudik jangan berkerumun. Tetap hindari mendatangi dan menciptakan kerumunan dan antrean tanpa jarak. Karena virus Covid-19 mungkin hadir di kerumunan dan antrean itu," katanya. (riantonurdiansyah)