Sikap Kami: #JawaBaratTerserah

Sikap Kami: #JawaBaratTerserah

RASANYA, ini salah satu tanda pagar (tagar) paling lama bertengger sebagai trending topic di Twitter. #IndonesiaTerserah. Ini lambang kekecewaan petugas kesehatan karena dua hal: masyarakat yang cuek terhadap pandemi corona dan kebijakan pemerintah yang plin-plan.

Rasanya juga, patut kita lambungkan pula tagar #JawaBaratTerserah. Bukan karena kebijakan pemerintah yang plin-plan, melainkan masyarakat yang cuek dengan kesehatannya.

Secara umum, meskipun tidak sempurna, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Barat sudah cukup berhasil. Tidak mungkin kita berharap PSBB bisa menghilangkan penyebaran virus. Tapi, PSBB, dari data yang terpampang, membuat tingkat persebaran menjadi landai.

Hanya saja, harus kita akui, kebijakan pemerintah itu tidak berada pada jalur yang sama dengan sebagian warga. Di mana-mana, di wilayah PSBB di Jabar, terutama di kota-kota, tingkat kepatuhan terhadap regulasi PSBB sangat rendah. Padahal, dari sekian kota di Jabar, hanya Kota Bandung yang di luar zona merah.

Bukti terakhir lemahnya penegakan regulasi dan kesadaran masyarakat itu terpampang jelas di Kota Sukabumi. Ribuan warga menyerbu sejumlah pasar tradisional. Sudah beberapa hari terakhir.

Alasannya membeli kebutuhan sehari-hari. Tapi, sebagian lain menyertai pula dengan membeli kebutuhan lebaran. Sebegitu pentingkah kita merayakan hari kemenangan setelah berpuasa dengan euforia berlebihan? Bahkan sebenarnya kalaupun bukan pandemi corona, hari kemenangan itu tidak perlu berlebihan.

Kita, pada akhirnya, menjadi gagal paham, apa sesungguhnya yang diinginkan masyarakat, seperti warga Kota Sukabumi ini. Jika ingin corona lebih cepat tertangani, satu-satunya jalan saat ini hanyalah menghindari. Belum ada obat antivirus yang terbukti sahih bisa melawannya.

Apa yang terjadi, juga di Kabupaten Garut sebelum PSBB, sangat kita sesalkan. Kita berharap, pemerintah dan gugus tugas, bertindak keras dan tegas menegakkan aturan PSBB. Tak perlu dikasih kendur.

Sebab, jika hal-hal semacam itu tak dilakukan, dan keramaian masih saja terjadi, kita khawatirnya petugas medis di seluruh Jawa Barat pun kehilangan asa. Mereka sudah berjibaku menantang risiko, warga malah anteng-anteng saja. Jangan-jangan, sebentar lagi mereka meluncurkan tagar #JawaBaratTerserah. (*)