Dua Bulan Layanan Logistik dan Dapur Umum Unpad, Jaga Energi Selama Pademi

Dua Bulan Layanan Logistik dan Dapur Umum Unpad, Jaga Energi Selama Pademi

INILAH, Bandung - Dua bulan sudah Universitas Padjadjaran menghentikan aktivitas perkuliahan tatap muka dan perkantoran untuk diganti menjadi perkuliahan daring dan bekerja di rumah akibat pandemi Covid-19. Adanya pandemi ini juga membuat sejumlah mahasiswa Unpad bertahan tinggal di lingkungan kampus.

Menyadari banyak mahasiswa terdampak kebijakan pembatasan sosial akibat Covid-19, Unpad melalui Satgas Unpad Siaga Covid-19 dan Divisi Respons Pusat Riset Kebencanaan (PRK) langsung bergerak cepat. Salah satu respons yang diberikan adalah pemenuhan kebutuhan logistik mahasiswa.

Koordinator logistik Divisi Respons PRK Unpad, Cipta Endyana, mengatakan Unpad sudah menyiapkan posko relawan dan pusat logistik untuk mahasiswa sejak 23 Maret lalu. Selain sebagai penyedia kebutuhan logistik mahasiswa yang tinggal di dalam maupun di luar area kampus Jatinangor, posko ini juga menjadi dapur umum untuk menyuplai makanan bagi mahasiswa.

Sejumlah relawan pun diterjunkan untuk bertugas sebagai tim medis, logistik, juru masak, hingga entri data. “Pendampingan kesehatan fisik dan psikologis pun dilakukan dengan menurunkan tim relawan dari Fakultas Psikologi dan Keperawatan,” ujar Cipta, Selasa (19/5/2020).

Pada 27 Maret, posko mulai menyediakan layanan logistik untuk mahasiswa, baik yang tinggal di asrama dalam kampus maupun di luar kampus. Memasuki bulan Ramadan, posko bantuan tetap beraktivitas dengan menyediakan makanan untuk berbuka puasa dan layanan paket sembako untuk mahasiswa.

Cipta melanjutkan, untuk memonitor kondisi mahasiswa, baik di dalam maupun luar kampus, tim menunjuk satu komandan lapangan untuk area dalam kampus dan satu komandan lapangan untuk area luar kampus.

Berdasarkan hasil pemetaan, per tanggal 10 Mei 2020, sebanyak 97 mahasiswa tinggal di asrama dalam kampus serta Masjid Raya Unpad. Sementara jumlah mahasiswa yang tinggal di luar kampus sebanyak 534 orang yang tersebar di tujuh wilayah di kecamatan Jatinangor. Setiap wilayah dan asrama telah memiliki koordinator yang bertugas memantau kondisi mahasiswa.

Bahkan, 17 mahasiswa Bidikmisi yang tinggal di luar kampus sudah direlokasi untuk tinggal di asrama dalam kampus sejak Kamis (9/4) lalu. Relokasi dilakukan untuk mempermudah pendistribusian logistik mahasiswa.

“Hingga 7 Mei 2020, dapur umum telah menyediakan sebanyak 20.900 porsi makanan, 5.115 nasi bungkus, dan 966 paket sembako,” jelas Cipta.

Selain menyediakan kebutuhan logistik mahasiswa, ada sejumlah program yang digelar agar mahasiswa tetap mempunyai aktivitas. Selama bulan Ramadan, PRK Unpad telah menggelar sejumlah webinar yang tidak semata memberikan kuliah daring, tetapi untuk mengetahui kondisi sekaligus memotivasi mahasiswa yang masih bertahan di Jatinangor akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Bantuan berupa kuota internet juga telah diberikan Unpad kepada 2.766 mahasiswa. Penerima bantuan kuota internet sebagian besar merupakan mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi serta penerima beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi. (Okky Adiana).