PSBB Tahap Ketiga di Bogor, Gencar Swab Test dan Sanksi Tegas Pelanggar

PSBB Tahap Ketiga di Bogor, Gencar Swab Test dan Sanksi Tegas Pelanggar
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap tiga di Kota Bogor akan lebih gencar melakukan tes Covid-19 dengan polymerase chain reaction (PCR) atau swab test juga Rapid Test. Selain itu penindakan tegas terhadap para pelanggar juga sudah diterapkan.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, berdasarkan catatanya selama penerapan PSBB tahap satu dan dua, ribuan orang di Kota Bogor telah mengikuti rapid test selama pandemi Covid-19.

"Ya, kurang lebih total 2.400 rapid test yang telah dilakukan dengan hasil 17 reaktif," ungkap Dedie kepada wartawan pada Selasa (19/5/2020).

Dedie menjelaskan, rapid test itu dilakukan terhadap orang dalam resiko (ODR), Orang Dalam Pantauan (ODP), pelaksanaan dilakukan secara acak  bisa di puskesmas, GOR Padjajaran, dan tempat keramaian seperti pasar.

"Selain rapid test, Pemkot Bogor juga telah melakukan swab tes massal di berbagai tempat seperti di Pasar Bogor, Pasar Kebon Kembang, termasuk dari Provinsi Jawa Barat yakni di Stasiun Bogor. Hasil dari swab yang kita lakukan baru dari BIN, Pasar Kebon Kembang  dan stasiun kereta ada tiga positif," tambahnya.

Dedie membeberkan dari total 502 peserta yang diperiksa BIN ada tiga yang reaktif dan langsung di swab test. Hasilnya satu pedagang positif. "Selain tes massal Pemkot  juga mulai menerapkan sanksi bagi pelanggar PSBB," bebernya.

Sementara, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Muzakkir mengatakan, saat ini Perumda PPJ masih menunggu hasil tes swab yang dilakukan di Pasar Kebon Kembang dan Pasar Anyar, beberapa waktu lalu. 

Sejauh ini, hasil keseluruhan dari tes swab tersebut belum juga keluar. Setidaknya, jika hasil tes sudah ada, Pemkot Bogor bisa segera bertindak cepat.

"Aneh juga, hasil yang keluar baru 10 yang dinyatakan negatif, istilahnya kalau ada kemungkinan terburuk positif Covid-19 kita bisa segera ambil tindakan," terang Muzakkir.

Terlepas dari itu, Muzakkir mengimbau,  masyarakat untuk mematuhi aturan PSBB. Zakkir berharap,kesadaran masyarakat seperti pada awal penyebaran Covid-19 bisa kembali diberlakukan.

"Ya, memang kesadaran masyarakat di awal-awal bagus, tapi sekarang mungkin karena minggu depan Lebaran, membuat semua berpikir harus belanja, kami amati, beberapa belanja baju, sepatu, ya aksesoris lah," pungkasnya.