Melalui Ziswaf, RZ Bangun 33 Titik Lumbung Pangan dan Berdayakan 518 UMKM

Melalui Ziswaf, RZ Bangun 33 Titik Lumbung Pangan dan Berdayakan 518 UMKM
istimewa

INILAH, Bandung - Zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) memegang peranan penting dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. CEO Rumah Zakat (RZ) Nur Efendi menyebutkan, manfaat ziswaf itu bisa dirasakan mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, hingga pangan.

Menurutnya, untuk sektor kesehatan dana itu dapat dimanfaatkan untuk program penyediaan alat perlindungan diri tenaga medis, ventilator, hingga suplemen kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sedangkan, di sektor ekonomi dana himpunan itu bisa digunakan untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang usahanya terdampak.

“Melalui dana sosial yang diamanahkan donatur, kami berupaya membantu 518 pelaku UMKM yang terdaftar sebagai unit usaha terdampak Covid-19. Bantuan yang diberikan bukan hanya modal, tapi juga pendampingan agar usaha mereka dapat terus berjalan di tengah pandemi,” kata Nur Efendi, Selasa (19/5/2020).

Dia menyebutkan, sebagai upaya menangani krisis pangan yang diprediksi Badan PBB untuk Organisasi Makanan dan Agrikultur (FAO) akan melanda dunia, RZ berupaya memanfaatkan dana ziswaf untuk mendirikan lumbung pangan yang kini tersebar di 33 titik di delapan provinsi. Lumbung pangan tersebut saat ini sudah menghasilkan 60 ton beras yang bisa digunakan oleh masyarakat di daerahnya dan juga disimpan sebagai cadangan pangan di masa krisis.

“Konsep lumbung pangan ini terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf dalam menangani krisis. Kami akan berupaya untuk menambah titik lumbung pangan, sebagai wujud ikhtiar mencegah dampak dari krisis pangan yang diprediksi akan terjadi,” jelasnya.

Di bagian lain, Chief Program Officer Murni Alit Baginda menyebutkan ibadah kurban merupakan salah satu momen yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan cadangan pangan bagi Indonesia dan dunia. Caranya adalah dengan menggunakan teknologi untuk mengemas daging qurban agar memiliki daya tahan yang lebih lama, sehingga dapat didistribusikan sepanjang tahun.

"Sejak tahun 2000, Rumah Zakat menggulirkan program Superqurban yakni pengolahan daging qurban menjadi kornet dan juga rendang yang memiliki daya tahan hingga tiga tahun sehingga praktis untuk didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia bahkan dunia. Kami yakin kalau Superqurban ini dapat menjadi salah satu upaya dalam penyediaan cadangan pangan di masa pandemi Covid-19," ujarnya. (*)