6 Pasien Positif Sembuh, Pemkab Garut Putuskan Tak Perpanjang PSBB

6 Pasien Positif Sembuh, Pemkab Garut Putuskan Tak Perpanjang PSBB

INILAH, Garut,- Hari terakhir pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat, Selasa (19/5/2020), sebanyak enam pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut dinyatakan sembuh. Pemkab Garut juga memutuskan untuk tidak memperpanjang PSBB.

Data yang berhasil dihimpun INILAH KORAN, dari keseluruhan kasus positif Covid-19 di Garut sebanyak 13 kasus, terdapat delapan pasien di antaranya dinyatakan sembuh. Sisanya, satu pasien masih menjalani isolasi mandiri, dan dua pasien masih dalam perawatan medis.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Muksin mengungkapkan, keenam pasien positif dinyatakan sembuh tersebut yakni KC-01 berjenis kelamin laki-laki berusia 57 tahun asal Kecamatan Wanaraja, KC-06 seorang laki-laki berusia 42 tahun asal Kecamatan Cikajang, KC-07 seorang perempuan berusia 46 tahun asal Kecamatan Garut Kota, KC-08 seorang laki-laki berusia 40 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, KC-09 seorang laki-laki berusia 31 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, dan KC-10 seorang anak laki-laki berusia 2 tahun asal Kecamatan Cibatu.

"Alhamdulillah, ke enam orang ini dinyatakan sembuh berdasarkan RT – PCR negatif dua kali berturut-turut, dan mereka sudah dipulangkan dari rumah sakit. Tetapi, mereka tetap harus melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari kendepan dengan menerapkan PHBS, pakai masker, dan menjaga jarak (physical distancing)," ujar Muksin.

Dengan sembuhnya delapan dari 13 kasus positif Covid-19 yang ada di Garut saat ini, Pemkab Garut pun terkesan percaya diri dapat menangani secara baik kasus Covid-19 yang hingga kini masih merupakan ancaman itu. Sehingga Pemkab Garut memutuskan tidak memperpanjang pelaksanaan PSBB di Garut. Terlebih Bupati Garut Rudy Gunawan sempat menyebutkan dalam hal kasus Covid-19 itu Garut tidak masuk zona merah melainkan zona biru.

Tidak diperpanjangnya PSBB di Garut ditegaskan Bupati Garut Rudy Gunawan seperti tertuang dalam surat Bupati Garut ditujukan kepada Gubernur Jabar nomor Nomor 443.1/7937/Kesra tertanggal 18 Mei 2020 tentang PSBB Kabupaten Garut. Salah satu alasannya disebutkan efektivitas pelaksanaan PSBB harus benar-benar didukung kemampuan Pemda dalam memenuhi kewajibannya terhadap pemenuhan hak individu/masyarakat terdampak karena berbagai pembatasan kegiatan dalam masa PSBB.

Namun begitu, dalam surat tersebut dinyatakan Pemkab Garut tetap menerapkan beberapa kebijakan percepatan penanganan Covid-19, seperti kegiatan belajar mandiri di rumah bagi anak didik, tugas kedinasa dari rumah masing-masing, meniadakan sementara kegiatan apel gabungan dan rapat-rapat mengumpulkan massa termasuk audensi, menutup sementara area publik milik Pemda Garut, melakukan penyekatan pada wilayah-wilayahh perbatasan Kabupaten Garut, dan menutup sebagian ruas jalan menuju pusat perkotaan Garut.(zainul mukhtar)