Ketua DPD PKS KBB : Ada Berkah Dibalik Musibah

Ketua DPD PKS KBB : Ada Berkah Dibalik Musibah
Foto : Ketua DPD PKS KBB, Rismanto saat meninjau lokasi Gerakan Ayo Menanam di Kantor DPD PKS KBB, Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Rabu (20/5/2020). (Istimewa).).

INILAH, Ngamprah- Dampak dari adanya pandemi virus corona disease (Covid-19) tak hanya merubah tatanan sosial masyarakat, namun juga melemahkan perekonomian rakyat. Budaya masyarakat Indonesia yang menggantungkan kebutuhan hidupnya pada pangan secara otomatis sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini. 

Sebagai wujud nyata kepedulian DPD  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat terhadap  kondisi pangan di masa Covid-19 yang terbilang mengkhawatirkan. PKS KBB merealisasikan program Gerakan Ayo Menanam Bersama PKS yang di launching pada (8/5) lalu di Jakarta. 

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) tentang adanya 840 juta masyarakat yang mengalami kelaparan kronis, 50% nya berasal dari negara yang hidupnya menggantungkan padi serta 4/5 beras di dunia ini dihasilkan atau di produksi oleh petani kecil.

Ketua DPD PKS KBB Rismanto mengatakan, menghadapi pandemi ini PKS sebagai bagian dari stakeholder sudah berkontribusi untuk melakukan penanganan. Struktur  pusat pun sudah mewanti-wanti untuk berhati hati dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

"Kita sudah melakukan berbagai upaya, seperti penyemprotan cairan disinfektan, pembagian masker, hand sanitizer, bahkan sembako dari semua pengurus PKS dan anggota dewan. Kebanyakan sembako dan BLT, " katanya kepada wartawan di kantor DPD PKS KBB di Tanimulya,  Kecamatan Ngamprah, Rabu (20/5/2020). 

Kendati demikian, lanjut Rismanto, dibalik itu semua, pihaknya telah lebih dahulu melakukan langkah awal, seperti kantor DPD PKS KBB dijadikan standar awal penerapan penanganan Covid-19. Menurutnya, pandemi Covid-19 ini secara pasti sulit diprediksi, dan dampak bagi masyarakat sangat besar. 

"Oleh karena itu, kita pun melaunching Gerakan Ayo Menanam, kita sudah mengintruksikan kepada semua kader untuk menanami lahan yang ada meski hanya sejengkal dengan tanaman yang bisa di konsumsi baik yang mengandung sumber protein nabati dan hewani," ujarnya. 

Rismanto menjelaskan, ada berbagai media tanam yang diterapkan, mulai dari aquaponik atau hidroponik, tanah, dan metode tanam lainnya. Untuk jenis tanamannya, mulai dari sayuran hingga herbal.

"Semua hal yang dibutuhkan didapat dari udunan atau patungan para kader dan memanfaatkan barang barang bekas yang ada," jelasnya. 

Rismanto menuturkan, upaya tersebut dilakukan guna mengoptimalkan potensi yang dimiliki, sejengkal tanah bisa di manfaatkan untuk menambah asupan  di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh wilayah, khususnya di KBB. 

"Kita juga bisa merintis kemandirian pangan dan mengidentifikasi lahan pertanian yang dimiliki kader untuk kemudian bisa dimanfaatkan, karena ternyata kader juga ada yang memiliki lahan hingga hektaran," tuturnya. 

Rismanto menambahkan, dalam setiap musibah ada hikmah yang bisa dipetik dan ada berkah dibalik musibah. 

"Kita bisa tahu bagaimana membangun ketahanan mandiri, kader ada yang punya lahan pertanian, sayang kalau tidak di fungsikan dan memanfaatkan potensi yang ada," pungkasnya. (agus sn).