Hasil Evaluasi Jabar, Tiga Daerah Diharapkan Lanjutkan PSBB

Hasil Evaluasi Jabar, Tiga Daerah Diharapkan Lanjutkan PSBB

INILAH, Bandung- Hasil evaluasi pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat diumumkan setelah berakhir Selasa 18 Mei 2020. Tiga daerah diharapkan melanjutkan dengan bentuk seperti yang telah dilakukan.

Hal tersebut berbeda dengan beberapa daerah lain di Jabar yang akan melanjutkan PSBB secara proporsional hingga  29 Mei 2020 mendatang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, evaluasi PSBB Provinsi Jabar meliputi analisa risiko kesehatan dan non-kesehatan. Berdasarkan hasil analisa tersebut, pihaknya membagi seluruh kabupaten/kota berdasarkan level kewaspadaan. Di mana hasil evaluasi tersebut menjadi acuan bagi pemerintah kabupaten/kota dalam melanjutkan upaya percepatan penanggulangan wabah virus Corona (COVID-19) di wilayahnya masing-masing.

"Dalam level kewaspadaan, setidaknya ada 8 aspek yang dihitung, yakni laju ODP (orang dalam pemantauan) per daerah dihitung juga per kelurahan, laju pasien dalam pengawasan juga dihitung, laju kesembuhan, kematian, reproduksi COVID-19, transmisi, pergerakan kemacetan, dan resiko geografis," ujar Ridwan Kamil pada konferensi pers online dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (20/5/2020).

Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyampaikan, dalam perhitungan aspek kewaspadaan tersebut pihaknya memberikan skoring secara ilmiah. Bilamana memiliki skor yang rendah, yakni antara 8 hingga 11 maka daerah tersebut masuk level 5 atau zona hitam (kritis). Adapun jika hasil perhitungan ilmiah di angka 12 hingga 14, artinya masuk pada level 4 atau zona merah (waspada berat).

"Jika skornya 15-17 maka mmasuk level 4 atau kewaspadaan cukup berat, zona kuning dan jika skornya 21-24 maka masuk level 1 atau zona hijau," jelas dia.

Mengacu pada level kewaspadaan, pembatasan aktivitas setiap daerah pun menjadi berbeda. Pada wilayah level 5, pergerakan masyarakat harus mendekati 0 persen. Sementara pada level 4, pergerakan masyarakat dibatasi hingga 30 persen, level 3 hingga 60 persen, level 2 boleh 100 persen dengan syarat tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.

"Yang boleh (beraktivitas normal) jika sudah masuk ke level 1. Tapi belum ada yang masuk ke level 1 warna hijau, maksimal baru di level 2," imbuhnya.

Memaparkan, berdasarkan hasil evaluasi, kabupaten/kota di Jabar yang masuk pada level 4, yakni Kabupaten Bekasi  dengan skor 14, Kota Bekasi skor 12, dan Kota Cimahi skor 12

"Jadi kepada tiga kota dan kabupaten ini diharapkan melanjutkan (PSBB) seperti yang sudah dilaksanakan," katanya.

Sementara wilayah yang berada di level kuning jumlahnya mencapai 19 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bandung (skor 17), Kabupaten Bogor (skor 16), Kabupaten Ciamis (skor 17), Kabupaten Cianjur (skor 16), Kabupaten Cirebon (skor 16), Kabupaten Indramayu (skor 17), Kabupaten Karawang (skor 16), Kabupaten Kuningan (skor 17), dan Kabupaten Majalengka (skor 16).

Selain itu, Kabupaten Purwakarta (skor 15), Kabupaten Subang (skor 16), Kabupaten Sukabumi (skor 17), Kabupaten Tasikmalaya (akar 17), Kota Bandung (skor 16), Kota Banjar (skor 15), Kota Bogor (skor 16), Kota Cirebon (skor 15), Kota Depok (akar 16), dan Kota Tasikmalaya (skor 17).

"Kemudian sisanya berada di level 2 warna biru, kegiatan boleh 100 persen tapi tetap tidak ada kerumunan, yaitu Kabupaten Bandung Barat (skor 18), Kabupaten Garut (skor 18), Kabupaten Pangandaran (skor 18), Kabupaten Sumedang (skor 18), dan Kota Sukabumi (skor 18)," paparnya.

Emil pun menegaskan, berdasarkan hasil evaluasi PSBB Provinsi Jabar, pihaknya mendapati kekhawatiran akan adanya euforia Idul Fitri. Oleh karenanya, pihaknya sepakat melanjutkan PSBB Provinsi hingga 29 Mei 2020, namun bentuknya PSBB proporsional.

"Kami menyerahkan PSBB kepada kabupaten/kota karena sudah diberikan data yang jelas, posisi indeks masing-masing, sehingga nanti fokus pada PDP, fokus pada pemudik ODP, sampai fokus pada pasien positif," pungkasnya. (rianto nurdiansyah)