SMAN 4 Cimahi Hias Pagar Sekolah dengan Sembako

SMAN 4 Cimahi Hias Pagar Sekolah dengan Sembako
istimewa

INILAH, Bandung - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Cimahi mebagikan sembako yang berisikan bahan makanan yang telah diikatkan pada bambu dan tersusun rapi di depan gerbang sekolah yang beralamat di Jalan Kihapit Barat No. 323, Leuwigajah, Kota Cimahi ini beberapa waktu lalu.

Sehingga, siapa saja warga sekitar sekolah yang membutuhkan dapat menggambil bantuan tersebut dengan mudah mengambilnya.

Kepala SMAN 4 Cimahi, A.T. Takdir Pancaroba menjelaskan, kegiatan tersebut untuk menerapkan pendidikan bagi siswa, khususnya karakter empati, solidaritas, dan peduli antarsesama. Hal ini penting guna menjalani hari di masa pandemi seperti saat ini. 

"Ini bukan hanya sebatas retorika, tapi aksi nyata yang akan berkelanjutan," ujarnya.

Takdir mengungkapkan, ide awal aksi hias pagar ini berasal dari salah satu guru yang telah menerapkan kegiatan tersebut di lingkungan rumahnya. Kemudian, pihaknya berkoordinasi dan memobilisasi siswa melalui wali kelas. 

"Wali kelas orang yang paling dekat dengan anak. Sehingga, ketika mereka menginformasikan kegiatan ini kepada siswa, responsnya luar biasa bagus. Orang tua siswa juga menyambut baik kegiatan ini," tuturnya.

Ia berharap, aksi ini bisa menjadi model bagi sekolah ataupun institusi lain. Ia pun mengajak seluruh masyarakat yang mampu untuk membantu masyarakat lainnya yang masih kekurangan. "Sesuatu yang kita anggap kurang berarti, bisa menjadi penting dan sangat berarti bagi orang yang membutuhkan," ungkapnya.

Guru pencetus aksi, Dwi Fitria Ambarina mengatakan, aksi ini sangat disambut baik oleh masyarakat maupun siswa. Terlebih, tak ada lagi kegiatan mubazir atau sia-sia yang dilakukan siswa usai dinyatakan lulus. "Ini respons yang baik untuk mengungkapkan rasa syukur. Tidak melakukan hal mubazir, seperti corat-coret," ucapnya.

Guru Bimbingan Konseling ini menambahkan, ke depan, aksi tersebut akan diupayakan digelar secara rutin. "Kondisi (pandemi) ini pasti ada hikmahnya. Ini jadi normal yang baru dan akan jadi kebiasaan rutin," tuturnya.

Salah seorang siswa, Delia Ananda Febriani mengaku sangat antusias terlibat pada aksi ini. "Senang, soalnya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Selain itu, siswa jurusan IPS ini juga bisa belajar langsung tentang pendidikan karakter, khususnya rasa empati. Ia berharap, kegiatan ini bisa dicontoh oleh masyarakat lain. "Aksi seperti ini perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat di luar sana yang membutuhkan," pungkasnya. (Okky Adiana).