Konsorsium Riset dan Inovasi Hasilkan RT-PCR Bio Farma

Konsorsium Riset dan Inovasi Hasilkan RT-PCR Bio Farma
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Bio Farma sebagai induk holding BUMN Farmasi meluncurkan produk lifescience, berupa Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Peluncuran ini diresmikan Presiden RI Joko Widodo dalam acara Kebangkitan Inovasi Nasional untuk melawan Covid-19.

Selain RT-PCR hasil produksi Bio Farma, ada delapan produk lainnya yang turut diluncurkan untuk melawan Covid-19 yang sudah menjadi pandemi global sejak Maret 2019 lalu. Semua produk ini, merupakan hasil kolaborasi triple helix antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan.

RT-PCR yang Bio Farma hasilkan merupakan hasil kolaborasi dalam nuansa kegotong-royongan dalam Gerakan Indonesia Pasti Bisa dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR) yang dimotori Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma Sri Harsi Teteki mengatakan, produk Bio Farma berupa RT-PCR kit masuk dalam kategori screening dan diagnosis, yang memiliki fungsi untuk mendeteksi virus Sars Cov2 penyebab Covid-19 yang merupakan gold standar dalam pemeriksaan Covid-19.

“Bio Farma tergabung dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR) (TFRIC19) bersama Nusantics dan BPPT dan mendapatkan dukungan dari Gerakan Indonesia Pasti Bisa. Tugas dari Bio Farma adalah untuk melakukan validasi, regristrasi, produksi dan juga distribusi. produk ini merupakan hilirisasi dari peneltian yang merupakan hasil kolaborasi dan inovasi, dan pada tanggal 5 Mei 2020, sudah mendapatkan Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan,” ujar Sri Harsi, Kamis (21/5/2020).

Untuk tahap awal, RT-PCR ini akan diproduksi sebanyak 100 ribu kit. Dan jumlah tersebut akan di donasikan kepada BNPB untuk kemudian didistribusikan kepada laboratorium yang berada di 45 lokasi. Setelah pendonasian selesai, maka akan dilkukan tahap komersialisasi.

Hingga saat ini, sudah 16 lab yang menerima donasi dari Bio Farma, berdasarkan rekomendasi dari BNPB dan Kementerian Kesehatan berdasarkan peta epidemiologi dengan prinsip 3T (Tepat Laboratorium, Tepat Jumlah dan Tepat Waktu).  Hal lain yang harus terpenuhi dari laboratorium adalah sudah memenuhi standar teknis antara lain memiliki fasilitas Bio Safety Level (BSL) 2, PCR Open System, dan sudah pernah melakukan analisa sampel Covid-19.

Keunggulan yang dimiliki dari RT PCR ini yakni memiliki spesifiksitas yang tinggi hampir 100%  untuk mendeteksi Covid-19 karena didesain target gen sesuai sequence virus yang ada Indonesia. Keunggulan kedua RT PCR ini didesain untuk open system PCR sehhingga bisa digunakan di mesin PCR manapun.

Keunggulan berikutnya yaitu menerapkan GDP (Good Distribution Process) sesuai dengan Rekomendasi dari WHO, dimana dalam pengantaran suhunya mengikuti prinsip sistem rantai dingin/cold chain system, seperti distribusi vaksin pada umumnya.

"Dan yang tidak kalah penting, keunggulan alat ini adalah harga yang ditawarkan saat komsersialisasi akan terjangkau," tambahnya. (*)