Dua Proyek Strategis Gagal Berlanjut, Alun-alun Tetap Jalan

Dua Proyek Strategis Gagal Berlanjut, Alun-alun Tetap Jalan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Proyek penataan Jalan Suryakencana dan pelebaran jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dijagokan Wali Kota Bogor Bima Arya akan berlanjut, akhirnya dibatalkan. Hal itu lantaran dana Bantuan Provinsi (Banprov) untuk pembangunan dua proyek itu dialihkan Provinsi Jawa Barat untuk penanggulangan wabah Covid-19.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, Proyek Jembatan Otista dan Penataan Suryakencana ditunda dan akan dilaksanakan tahun 2021. Namun pembebasan lahan area Otista untuk menunjang pelebaran jalan masih berjalan

"Untuk Suryakencana akan dilakukan normalisasi saluran air dan penataan jaringan bawah. Yang tetap jalan adalah Pembangunan alun-alun Kota Bogor dan sinkronisasi jalur keluar masuk penumpang Stasiun KA ke arah alun-alun yang akan dilaksanakan oleh PT KCIC dan PT. KAI," ungkap Dedie, Kamis (21/5/2020).

Sementara, Kepala Bidang Pembangunan Kebinamarga pada Dinas PUPR, Dadan Hamdani mengatakan, bahwa penataan Suryakancana dan Jembatan Otista sudah sampai tahap lelang supervisi.

"Penataan Surken sudah masuk lelang Supervisi tapi belum ada pemenang, kalau untuk yang jembatan Otista sudah ada pemenang tapi sudah kami berkirim surat pembatalan," ungkapnya.

Dadan menjelaskan, bahwa pembatan tersebut menyusul adanya surat edara pergeseran anggaran dari Sekda Provinsi Jawa Barat. Pihaknya belum bisa memastikan apakah proyek tersebut akan dilanjutkan kembali. Namun Pemkot Bogor akan kembali mengajukan proyek tersebut.

"Belum ada info dari gubernur, nanti kalaupun ada kabar ini akan kami usulkan lagi kemarin dan ini yang nantinya akan di prioritaskan di provinsi," terangnya.

Masih kata Dadan, proyek Suryakencana meliputi Rp30 miliar meliputi jalan Lawang Saketeng, Rangga Gading, Pedati, Padasuka dan Kampung Cincau dan tujuh koridor.

"Sementara itu, untuk proyek Otista Rp40 miliar, Rp1,4 miliar itu konsultan dan fisiknya Rp38,5 miliar. Yang masih berjalan hanya perencanaan, kalau pengerjaan sudah selesai," jelasnya. (Rizki Mauludi)