Miris...Sopir Taksi Meninggal Diludahi Penumpang, Ternyata Bawa Virus Corona

Miris...Sopir Taksi Meninggal Diludahi Penumpang, Ternyata Bawa Virus Corona

INILAH, London - Seorang pengemudi taksi meninggal dunia. Gara-garanya karena penumpang tak membayar ongkos Rp160 ribu. Sang sopir malah diludahi penumpang yang ternyata mengidap virus corona.

Trevor Belle (61), nama pengemudi taksi itu. Dia diludahi penumpangnya sambil berteriak, "Saya mengidap virus corona dan sekarang kami pun memilikinya", saat keduanya bertikai karena penumpang menolak membayar sewa taksi senilai 9 pound (setara Rp160 ribu).

Trevor Belle yang baru saja jadi kakek, meninggal dalam kesepian di Royal London Hospital, Inggris pada 18 April. Dia, setelah menjalani tes, dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Seorang sahabatnya, Damian Briggs, menyatakan empat minggu sebelumnya, Trevor Belle diludahi seorang penumpang yang tak membayar sewa taksi 9 pound. Setelah insiden di Stratford pada 22 Maret itu, Trevor Belle mulai merasa tak enak badan dengan indikasi gejala virus corona.

"Beberapa hari kemudian, dia dilarikan ke rumah sakit. Tiga minggu dia berjuang. Sayangnya, dia gagal," kata Damian Briggs.

Trevor Belle meninggal hanya tiga hari setelah ulang tahun yang ke-61. Setelah kematiannya, darah Belle didonasikan untuk riset mengenai efek Covid-19 oleh komunitas BAME.

Damian Briggs pula yang mengagas penggalangan dana melalui GoFundMe untuk pria yang semasa hidupnya periang itu. Penghormatan membanjit terhadap sopir taksi yang disukai banyak orang itu. Salah satunya menulis: "Sangat menyedihkan dan mengejutkan mendengarkan kematian Trevor."

Trevor Belle bukanlah korban virus corona dengan modus yang sama dalam transportasi umum di Inggris. Awal bulan ini, pekerja di stasiun kereta, Belly Mujinga (47), meninggal akibat virus corona. Dia juga diludahi orang dan kemudian terinfeksi di Stasun Viktoria, London.