Program Ruralisasi Diusulkan untuk Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Program Ruralisasi Diusulkan untuk Pulihkan Ekonomi Pascapandemi
Anggota DPR RI Marwan Jafar. (antara)

INILAH, Jakarta - Program ruralisasi diusulkan sebagai salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian dengan menyinergikan beberapa sektor ekonomi produktif atau sektor riil secara komprehensif dan bertahap di Indonesia.

Anggota DPR RI Marwan Jafar dalam keterangannya, Jumat, mengatakan pemerintah dapat mengkaji penerapan program ruralisasi pascapandemi Covid-19.

"Program Ruralisasi ini dapat dimulai dengan menjangkau daerah-daerah potensial, pedesaan, dan pesisir dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara kawasan Timur dan Barat Indonesia, antara Jawa-luar Jawa dan sebagainya,” katanya.

Sektornya, kata dia, terutama meliputi perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dengan sentuhan modernisasi dari hulu hingga hilir hingga memakai pendekatan teknologi modern seperti bioteknologi secara bertahap.

Mantan Ketua Fraksi PKB ini menilai dari pengalaman sejumlah negara yang telah menerapkan program ruralisasi termasuk di bidang agrobisnis dan agroindustri terbukti relatif tidak terdampak serius oleh pandemi Covid-19.

“Sejumlah negara maju yang sudah fokus ke sektor budidaya, pengolahan, serta manufaktur industri perikanan, peternakan, pertanian, dan perkebunan secara modern dapat terus bertahan dan produktif,” katanya.

Marwan yang mantan Menteri Desa-PDTT itu juga meyakini, beberapa investor besar dari berbagai negara akan tertarik datang menanamkan modal pada banyak sektor tersebut, bila kebijakan program ruralisasi dicanangkan.

Ditambahkan, ia dan para kolega di lembaga legislatif dipastikan akan mendorong DPR untuk menyetujui program tersebut di bidang penganggaran maupun pengawasan dalam realisasinya di seluruh Indonesia. “Komoditas bisa dimulai dari beras, gula, jagung, kedelai, sampai daging,” katanya.

Ia optimistis, program ruralisasi bisa menjadi jalan keluar dari jebakan impor beberapa komoditas serta persoalan penting yang menjerat sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan. (antara)