Pandemi Covid-19, Toserba Yogya Jalankan Strategi Bertahan

Pandemi Covid-19, Toserba Yogya Jalankan Strategi Bertahan
net

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 memukul hampir seluruh industri. Tak terkecuali industri ritel. Pelaku usaha ritel Toserba Yogya merasakan lesunya bisnis sejak virus corona masuk ke Tanah Air.

General Affair Manager Yogya Center Wismark P Hutapea mengatakan, menurunnya kinerja bisnis itu seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat.

"Seperti diketahui, sebenarnya momen Ramadan-Lebaran itu masa panen industri ritel. Tapi, karena pandemi Covid-19 ini kita sekarang tidak cari untung. Kita tetap bertahan untuk memberikan hak karyawan yang wajib dipenuhi," kata Wismark, beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan, sektor usaha yang masih berjalan sejauh ini yakni bisnis supermarket yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat. Sejak kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan, bisnis fesyen dan foodcourt yang dijalankan Toserba Yogya terpaksa ditutup.

Dikarenakan, tutupnya sejumlah bisnis yang dijalankan itu memberikan dampak terhadap kehidupan para karyawan. Mengetahui hal itu, dia berharap 'badai' saat ini segera berlalu dan ekonomi diharapkan kembali berdenyut.

Sementara itu, Chief Public Relation Yogya Center Anton

tak menampik jika kondisi momen Ramadan-Lebaran tahun ini relatif 'berkesan'. Kini, dalam menjalankan bisnisnya pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan yang sesuai dengan imbauan pemerintah.

"Untuk jumlah pengunjung, kita tidak ada pembatasan kuota. Yang pasti, kita tetap mengedepankan imbauan physical distancing kepada para pengunjung," ucapnya.