Orang Tua Meninggal di Garut, Pasutri: Saya Harus Gimana Lagi Pak Petugas?

Orang Tua Meninggal di Garut, Pasutri: Saya Harus Gimana Lagi Pak Petugas?

INILAH, Cianjur - Saat pelaksanaan check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBb) di Puncak Pass, Kabupaten Cianjur, sepasang suami istri yang berdomisili di Ciledug, Tangerang memaksa pulang ke Kota Garut.

Pasalnya, mereka beralasan orang tuanya di Kota Garut baru meninggal dunia Senin (25/5/2020) pagi. Keduanya ingin melihat almarhum orang tua untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan.

"Saya harus bagaimana lagi pak, orang tua saya meninggal dunia tadi pagi dan ketika mau mengurus surat jalan baik ke rumah sakit maupun kantor suami saya bekerja itu pada tutup. Saya terpaksa pulang kampung (tanpa membawa surat jalan)," ucap Nyonya Abas kepada wartawan.

Abas sang suami yang bekerja sebagai PNS di Badan Kepegawaian Nasional mengatakan bahwa bukti orang tuanya meninggal dunia ada di handphone istrinya, namun karena buru-buru dan tidak sempat dicharge akhirnya baterainya habis.

"Bukti orang tua kami meninggal dunua ada di handphone istri. Kalau mau dicek, silahkan, namun harus dicharge dahulu. Ini saking buru-burunya charger handphonenya malah ketinggalan,” kata Abas. (reza zurifwan)