Wanita Terisak Tembus Jalur Puncak ke Garut, Ini Kata Petugas

Wanita Terisak Tembus Jalur Puncak ke Garut, Ini Kata Petugas

INILAH, Cianjur – Seorang wanita sampai terisak-isak hendak menembus jalur dari Tangerang menuju Garut melalui jalur Puncak, Cianjur. Dia beralasan orang tuanya baru saja meninggal. Apa kata petugas?

Komandan Pleton (Danton) Satpol PP Cianjur M Taufik S menuturkan saking mau baliknya, banyak warga beralasan atau bermodus orang tua atau kerabatnya sakit atau meninggal dunia.

“Cukup banyak juga warga yang beralasan atau  bermodus orang tua atau kerabatnya sakit atau meninggal dunia, namun tanpa disertai surat keterangan jalan. Untuk mengantisipasi laporan, kami mendata warga yang seperti itu dengan memotret KTP elektronik maupun tanda pengenal tempat mereka bertugas,” tutur Taufik, Senin (25/5/2020).

Wakapolsek Cipanas AKP Tata Charnita menambahkan surat jalan bisa diperoleh dari kantor desa orang tua meninggal dunia atau dari instansi dimana warga bekerja.

“Silahkan warga membuat surat kematian dari pemerintah desa setempat atau kepala dinas instansi di mana warga bekerja, di luar mereka berkata jujur atau tidak karena alasan kemanusiaan kami pun terpaksa meloloskan mereka untuk melanjutkan perjalanan," tambah Tata.

Saat pelaksanaan check point pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Puncak Pass, Kabupaten Cianjur, sepasang suami istri yang berdomisili di Ciledug, Tangerang memaksa pulang ke Kota Garut.

Pasalnya, mereka beralasan orang tuanya di Kota Garut baru meninggal dunia Senin (25/5/2020) pagi. Keduanya ingin melihat almarhum orang tua untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan.

"Saya harus bagaimana lagi pak, orang tua saya meninggal dunia tadi pagi dan ketika mau mengurus surat jalan baik ke rumah sakit maupun kantor suami saya bekerja itu pada tutup. Saya terpaksa pulang kampung (tanpa membawa surat jalan)," ucap Nyonya Abas kepada wartawan. (reza zurifwan)