Pengamat: Poros Maritim Dunia Harus Dahulukan SDM Kelautan Perikanan

Pengamat: Poros Maritim Dunia Harus Dahulukan SDM Kelautan Perikanan
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Langkah mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia diminta lebih mendahulukan pengembangan SDM bidang kelautan dan perikanan dibandingkan pengoptimalan eksploitasi komoditas sektor kelautan dan perikanan nasional.

"Perwujudan Poros Maritim Dunia membutuhkan kerja yang lebih keras dari semua pihak. Perihal ABK (anak buah kapal) Indonesia, seharusnya masuk dalam strategi pembangunan manusia yang rencananya akan digenjot tahun ini," kata pengamat kebijakan kemaritiman Moh Abdi Suhufan ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Menurut Abdi, penyiapan ABK yang bekerja di dalam dan di luar negeri perlu menjadi prioritas pemerintah.

Hal itu, ujar dia, karena pencapaian Poros Maritim bukan karena RI memiliki kelimpahan sumber daya laut, tetapi bagaimana memiliki SDM unggul di laut.

"Standar kompetensi ABK kapal ikan perlu ditingkatkan melalui jalur formal dan informal. Jalur informal melalui optimalisasi pemanfaatan balai latihan kerja yang banyak tersebar di daerah," kata Abdi.

Abdi yang menjabat sebagai Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia itu mengingatkan dulu BJ Habibie dalam membangun industri strategis termasuk maritim yaitu BUMN PT PAL, dilakukan dengan terlebih dahulu mengirimkan putra-putri terbaik ke luar negeri agar mereka mendapatkan pendidikan terbaik.

Namun, lanjutnya, pada saat ini untuk mengembangkan SDM ABK tidak mengirimkan calon ABK keluar negeri tetapi cukup disiapkan dengan lembaga pendidikan di dalam negeri.

Berbagai lembaga pendidikan tersebut, menurut dia, betul-betul harus dilengkapi dengan penyediaan sarana, kurikulum, fasilitas dan tenaga latih yang profesional.

Mengenai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Abdi berpendapat bahwa ABK melalui pendidikan jalur formal yang ada sudah cukup baik.

"Tinggal daya saing dan pengakuan kesetaraan sertifikasi kompetensi yang perlu diperjuangkan ketika akan bekerja di kapal ikan luar negeri," ucapnya. (antara)