Satpol PP Bogor 'Geruduk' Restoran, Termasuk Cimory, Ada Apa?

Satpol PP Bogor 'Geruduk' Restoran, Termasuk Cimory, Ada Apa?

INILAH, Puncak - Divisi Pengamanan Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor 'menggeruduk' sejumlah rumah makan maupun restauran yang nekat tetap melayani pembeli untuk makan di tempat. Mulai dari Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga restauran besar seperti Cimory mendapatkan peringatan bahkan ada restauran yang disegel dengan garis Satpol PP.

"Kami mendapatkan laporan bahwa banyak restauran dan rumah makan di Kawasan Puncak ramai pengunjung hingga hari ini Divisi Pengamanan Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor menggeruduknya," ujar Kordinator Divisi Pengamanan  Dace Supriadi kepada wartawan, Selasa (26/5).

Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Satpol PP ini menambahkan apabila restauran maupun rumah makan yang hari ini terap membandel, maka jajarannya tidak segan mensegel tempat usaha tersebut dan mensidangkan mereka dengan tindak pidana ringan (Tipiring).

"Kalau pihak restauran maupun rumah makan tetap membandel hingga terjadi kerumuman massa maka kami akan segel dengan Satpol PP Line, mereka juga kami akan sidang Tipiring dan mereka terancam sanksi denda Rp 5 - 10 juta, hari ini kami masih berbaik hati dengan memberikan sanksi sosial," tambahnya.

Kabid Dalops Satpol PP Ruslan menghimbau agar pihak restauran dan rumah makan tidak menyediakan bangku hingga mereka hanya melayani untuk program take away atau dibawa pulang.

"Pemkab Bogor ingin kondisi menjadi 'new normal' hingga kami menghimbau agar semua pihak baik pengusaha jasa wisata maupun masyarakat disiplin dalam menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," himbau Ruslan.

Kasi Operasi Satpol PP Rhama Kodara menuturkan sejak hari lebaran atau Idhul Fitri ada peningkatan jumlah wisatawan di Kawasan Puncak, baik warga Kabupaten Bogor, DKI Jakarta maupun daerah lainnya seperti Depok, Tanggerang dan Bekasi.

"Kawasan Puncak memang 'dibanjiri' wisatawan sejak sejak hari lebaran atau Idhul Fitri, baik yang benar - benar wisatawan ataupun wisatawan dadakan yaitu pemudik yang diperintahkan putar balik ke arah Bogor dari tujuan awal Kabupaten Cianjur," tutur Rhama.

Syamsidar (52 tahun) pemilik Rumah Makan Ayam Bakar dan Goreng Karomah menyambut baik jika Pemkab Bogor mau diterapkan aturan PSBB, namun ia minta agar restauran besar juga ikut ditertibkan.

"Sebagai rumah makan kami sudah melayani pembeli yang take away, lalu apakah restauran besar juga melaksanakan hal itu? Kami ingin kepastian aturan ditegakkan secara adil," ucap Syamsidar.

Alan, salah satu pegawai di Cimory berkilah bahwa Restauran Cimory hanya melayani pembeli yang take away. mengenai Manyaknya pengunjung, itu karena banyak yang datang di toko susu atau mainan  anak-anak.

"Memang Cimory banyak dikunjungi wisatawan namun tidak ada yang makan di restauran. Kebanyakan mereka hanya membeli produk susu dan turunannya selain juga membeli makanan take away di restauran. Selain itu juga banyak dari mereka yang memanfaatkan play ground sambil melaksanakan ibadah sholat," kilah Alan. (Reza Zurifwan)