Rancang Skema New Normal, Pemkot Bogor Fokuskan Pengetatan Protokol Kesehatan

Rancang Skema New Normal, Pemkot Bogor Fokuskan Pengetatan Protokol Kesehatan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor berencana memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama tiga hari. Pada tahap ketiga, PSBB itu akan berakhir Selasa (26/5/2020) tepat pukul 24.00 WIB. Sementara perpanjangan hingga 29 Mei 2020 sesuai dengan berakhirnya PSBB Provinsi Jawa Barat.

"Jadi nanti malam jam 12.00 PSBB berakhir, saat ini kami masih mematangkan fase-fase setelah PSBB. Siang pukul 14.00 WIB dilakukan pembahasan ini," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya usai halal bihalal di Balaikota Bogor, Selasa (26/5/2020).

Bima menjelaskan, dirinya sudah mengundang berbagai macam pihak untuk menerima masukan, termasuk formula bagaimana penerapan paska berakhirnya PSBB di Kota Bogor.

"Siang ini akan rapat, dan sore ini akan diputuskan apakah akan diperpanjang, sampai kapan, apakah menyesuaikan dengan PSBB Jawa Barat sampai 29 Mei, kami akan putuskan," tambahnya.

Bima membeberkan, pihaknya akan melakukan pengetatan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Sehingga, akan ada langkah-langkah yang disiapkan kedepan bagaimana regulasinya.

"Terlepas secara administratif dan legalnya, tapi protokol kesehatan diperkuat, wilayah diperkuat, protokol kedepan menitik beratkan per wilayah, ini masukan dari dr. Tirta. Harus dikuatkan untuk sistem isolasi warga, pendataan warga, logistik untuk warga, dapur umumnya, kemudian perhatian khusus untuk lansia," bebernya.

Bima juga meminta, masjid-masjid berperan aktif dalam melakukan edukasi, dan memberikan pemahaman kepada warga agar dapat selalu mengikuti protokol Covid-19, agar Kota Bogor semakin dapat menekan penyebaran Covid-19.

"Akan memfungsikan masjid-masjid, kami akan aktivasi untuk bisa berperan juga memberikan kontribusi dalam aspek logistik. Kalau wilayah bisa dijaga tidak tertular, kiya bentengnya kuat, karena berdasarkan data curva sudah melandai, dan penularan diinternal relatif bisa dikendalikan, yang sekarang masa-masa kritis harus balik ke Bogor (mudik,red), kita pantau terus," jelasnya.

Bima juga mengaku, tengah merumusukan skema new normal yang akan diterapkan di Kota Bogor.

"Kami harus hati-hati merumuskan jangan sampai ada pelonggaran diprotokol kesehatan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta tengah merumuskan perpanjangan PSBB selama tiga hari kedepan, termasuk skema penerapan new normal.

"Kita tunggu skemanya sudah disusun tinggal ditandatangani wali kota, tetapi ini bukan perpanjangan PSBB, bisa disebut massa transisi diterapkan selama tiga hari sampai 29 Mei 2020," pungkasnya. (Rizki Mauludi)