Bogor Ikuti PSBB Jakarta, Diperpanjang Hingga 4 Juni

Bogor Ikuti PSBB Jakarta, Diperpanjang Hingga 4 Juni
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor hingga 4 Juni 2020. 

Bima mengatakan, Kota Bogor akan bersiap memasuki fase tatanan baru dimulai di Kota Bogor pada 4 Juni 2020 menyesuaikan PSBB di DKI Jakarta karena kondisinya Kota Bogor tidak lepas dari tatanan Jakarta serta sekitarnya. Tadi sudah berkomunikasi atau konsultasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan memutuskan Kota Bogor yang berdekatan dengan Jakarta maka tatanan baru dimulai tanggal 4 Juni 2020. 

"Bagaimana kebijakan sampai 4 Juni nanti, besok hingga 4 Juni bersama semua stekholder akan merumuskan aturan tatanan baru, ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Sudah memiliki banyak masukan dan Pemkot Bogor sudah memiliki draft. Akan dirumuskan satu minggu, aturan dirumuskan bersama-sama secara teknis apa saja disiapkan untuk mematangkan perwali baru nanti," kata Bima, Selasa (26/5/2020).

Bima melanjutkan, ini kesempatan bagi semua pihak mempersiapkan juga mensosialisasikan aturan nanti. Ada beberapa penyesuaian dan adaptasi, pada prinsipnya protokol kesehatan diperketat serta kedua pengawasan wilayah juga diperketat. 

"Kami juga akan memberikan izin bagi toko nonpangan, restoran untuk bisa beroperasi dengan sejumlah persyaratan. Pertama protokol kesehatan diberlakukan secara ketat dan kedua ada pembatasan-pembatasan misalkan direstoran dibatasi kapasitas atau tidak bisa secara penuh, maksimal 50 persen dengan kursi isi empat orang. Toko non pangan diperbolehkan beroperasi dengan protokol kesehatan juga batasan jumlah pengunjung. Perwali akan direvisi serta jadi panduan Satpol PP dan Dishub, agar bisa dilakukan tindakan kalau ada yang tidak mematuhi," tambahnya.

Bima menjelaskan, dirinya memerintahkan camat dan lurah untuk aktivasi masjid sebagai pusat edukasi masyarakat juga lumbung pangan, tapi masih belum bisa dipergunakan untuk beribadah. Sebagai lumbung pangan selain dapur pangan di kelurahan. Satu kelurahan satu dapur umum mengantisipasi bansos BLT tidak tepat sasaran. 

"Aktivasi masjid-masjid dengan tetap diberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Malam ini fase baru untuk selanjutnya 4 Juni memasuki tatanan baru dan perwali baru dengan menyesuaikan diri warga Kota Bogor berhadapan dengan Covid-19. Sektor pasar ada satuan tugas Dishub, Pol PP dan TNI Polri untuk cegah kerumunan, dengan protokol kesehatan ketat dengan berjaga jarak, satgas akan membubarkan apabila ada kerumunan. Sampai tanggal 4 Juni belum ada perubahan signifikan," jelasnya.

Bima memaparkan, kemungkinan ada beberapa koordinasi dengan wilayah sekitar Jakarta khususnya Kabupaten Bogor sampai tanggal 29 Mei 2020, karena akan disesuaikan dengan Jakarta. Untuk pembukaan toko non pangan juga restoran, tidak termasuk mall, karena belum diizinkan untuk buka. Nanti 4 Juni 2020 kedepan ada rumusan baru. Begitupun ojek online belum boleh mengangkut penumpang serta angkutan umum masih seperti biasa kapasitas aturan PSBB. 

"Kami juga akan ada check poin yang lebih tegas diperbatasan, kalau ada arus mudik masuk diminta putar balik semua, kecuali menerobos akan dicek nanti Di RW siaga Corona, hingga akan diisolasi selama 14 hari. Kota Bogor tetap tutup, semua wisatawan dan orang dari luar tidak boleh masuk. Kami koordinasikan untuk masjid juga dengan jaringan luas dan berperan strategis," pungkasnya. (Rizki Mauludi)