Waspadai Kluster Baru Covid-19 Pasar Antri Cimahi

Waspadai Kluster Baru Covid-19 Pasar Antri Cimahi
Sumber Gambar Net

PEMKOT Cimahi akan terus maraton melakukan tes kepada seluruh pedagang serta masyarakat yang diduga pernah berinteraksi di Pasar Antri.

Ditemukannya dua pedagang Pasar Antri Cimahi positif terpapar Covid-19, menjadi cluster baru penyebaran Covid-19 di Kota Cimahi. Kuat dugaan, cluster baru ini menyasar banyak orang terlebih pedagang yang positif diketahui masih terus berjualan hingga Sabtu (23/5).

Menyikapi hal itu Dinkes Kota Cimahi pun akan terus menggelar rapid tes dan swab tes kepada seluruh pedagang pasar dan pengunjung selama sepekan terakhir.

Kadiskominfo Arpus Kota Cimahi Harjono mengatakan, langkah tersebut ditempuh untuk memetakan penyebaran COVID-19 dari klaster Pasar Antri Cimahi. Saat ini pedagang dan pengunjung dikategorikan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Semua pengunjung Pasar Antri, termasuk pengelola wajib menjalani test, baik swab test atau rapid test. Itu juga arahan langsung dari Pak Wali Kota," katanya saat dihubungi, Minggu (24/5).

Tes sendiri akan mengombinasikan antara swab test dan rapid test lantaran jumlah pedagang sekitar 1000 orang ditambah dengan jumlah pembeli yang belum diketahui jumlahnya. Tapuli Diutamakan untuk yang kontak langsung dengan kedua pasien positif, sisanya rapid test.

Jadwal tes sendiri akan diatur sekaligus menentukan jumlah petugas yang akan melakukan tes. Sementara tempatnya akan dilaksanakan di Pasar Antri.

Masyarakat yang merasa sempat datang ke Pasar Antri dan kontak langsung dengan kedua pedagang tersebut dalam rentang waktu sepekan terakhir diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan melapor ke Puskesmas terdekat.

"Wajib isolasi mandiri dulu 14 hari sekaligus lapor ke puskesmas biar bisa ditangani. Jadi proses tracing yang dilakukan Gugus Tugas COVID-19 Cimahi akan lebih mudah," ujarnya.

SebelumnyaDinas Kesehatan Kota Cimahi menyatakan ada empat kasus positif COVID-19 baru, dua di antaranya merupakan pedagang di Pasar Antri Kota Cimahi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, adanya kasus positif itu merupakan penanda adanya penambahan kluster baru di Kota Cimahi. Dua pedagang itu merupakan perempuan berusia lanjut dari Kota Cimahi, dan laki-laki dari Kabupaten Bandung Barat."Ada empat positif, dua pedagang di Pasar Antri dan dua lagi merupakan warga Cibabat, bukan pedagang Pasar Antri," kata Chanifah.

Saat ini, ia memastikan keduanya telah menjalani perawatan sesuai protokol COVID-19 di RSUD Cibabat Cimahi. Sebelumnya mereka diketahui menjalani swab test di Pasar Antri.

Hingga saat ini, belum seluruhnya hasil tes swab di Pasar Antri keluar. Dinkes Cimahi menurutnya masih menunggu sisanya yang sebanyak 50 pedagang yang melakukan tes.

Chanifah Listyarini menambahkan, pihaknya juga akan membuat laboratorium mandiri di Politeknik Kesehatan Bandung, Jalan Pasir Kaliki, Kota Cimahi. Di tempat itu, telah disiapkan 2 alat PCR yang mampu memeriksa 192 spesimen per hari.

"Kita memang berupaya, saat ini pak Wali berinisiatif untuk membantu Politeknik Kesehatan analis yang kebetulan ada di Pasir Kaliki untuk bisa melakukan PCR mandiri. Mudah mudahan seminggu ini selesai," ucapnya.

Kelengkapan persyaratan untuk standar laboratorium telah dilengkapi. Rencananya Politeknik Kesehatan akan menjadi laboratorium satelit Labkesda Jabar khusus untuk wilayah Cimahi.  "Tinggal syarat untuk ruangan. Karena laboratorium itu ruangannya harus sesuai standar biosafety level (BSL). Ini akan difungsikan untuk laboratorium satelit Labkesda Jabar. Jadi kita nanti gak perlu ke Labkesda lagi," ujarnya.

Chanifah berharap hadirnya laboratorium tersebut bisa menjadi salah satu opsi penangananan terhadap pedagang yang jumlahnya mencapai 800 orang.  "Besok kita akan perhitungkan dulu setelah melihat data di lapangan seperti apa. Jika kekurangan alat tes kita mungkin akan minta bantuan Pemprov Jabar dan pemerintah daerah tetangga," ucapnya. (ahmad sayuti)