Interaksi Siswa Jadi Kewaspadaan Ike Saat Sekolah Mulai Lagi

Interaksi Siswa Jadi Kewaspadaan Ike Saat Sekolah Mulai Lagi

INILAH, Bandung – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengancar-ancar proses pendidikan di sekolah mulai bergulir Juli mendatang. Meski mendukung, ada sejumlah hal yang dikhawatirkan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, menyebutkan salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah interaksi siswa. Interaksi itu mulai sejak dari rumah, dalam perjalanan ke sekolah, di kelas bersama guru, serta dengan teman-temannya.

“Kita tidak tahu siswa berinteraksi di rumah dengan siapa saja. Terus pergi sekolahnya pakai angkot ketemu siapa saja, kita tidak tahu. Ini yang harus diantisipasi,” kata Ike, sapaan akrab Dewi Sartika di Bandung, Rabu (27/5/2020).

Disdik sendiri sebetulnya tidak khawatir berlebihan siswa SLTA tertular Covid-19. Sebab, berdasarkan data, mereka adalah kelompok usia paling tahan. Menjadi atensi Ike bahwa siswa berpotensi menjadi pembawa virus bagi orang sekitar yang berusia lanjut.

Mereka boleh jadi guru sepuh, orang tua di rumah, atau teman perjalanan saat menggunakan transportasi publik.

“Anak-anak SMA itu pada kuat, tapi dia bisa menjadi pembawa virus. Ini juga perlu jadi perhatian,” jelas Ike.

Hal lain yang perku diantisipasi, kata Ike, SOP penanganan jika di sekolah ternyata ada yang positif Covid-19. Meskipun protokol kesehatan Covid-19 di SLTA yang menyusun adalah Pemprov Jawa Barat, namun yang melaksanakan kabupaten/kota.

“Jika misalnya ada kasus di sekolah, provinsi tidak mungkin datang langsung ke sekolah, harus dari kabupaten/kota karena sekolahnya ada di daerah,” jelasnya.

Ike berharap adaptasi protokol kesehatan di SMA/SMK/SLB ini dapat rampung secepat mungkin agar dapat disosialiasasikan ke kabupaten/kota. “Kementerian Pendidikan sudah ada plan A, plan B, plan C, tapi belum sampai ke kita (Disdik). Insya Allah Jumat ini sudah jelas,” pungkas Ike. (Okky Adiana).