Jokowi Panggil 33 Pemilik Restoran di Kawasan Puncak Karena Melanggar PSBB

Jokowi Panggil 33 Pemilik Restoran di Kawasan Puncak Karena Melanggar PSBB
Jokowi Panggil 33 Pemilik Restoran di Kawasan Puncak Karena Melanggar PSBB

INILAH, Bogor,- Sebanyak 33 pemilik dan pengelola restoran di kawasan puncak Bogor diduga melakukan pelanggaran PSBB dengan tetap membuka usahanya tanpa mengikuti aturan. Aksi tersebut rupanya membuat berang Jokowi hingga berujung pemanggilan terhadap para pemilik restoran tersebut.

Namun, tentu saja bukan sosok Joko Widodo atau Jokowi Presiden Indonesia yang melakukan pemanggilan tersebut, melainkan Kasie Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kabupaten Bogor.

"Setelah kami menertibkan rumah makan atau restoran yang dianggap melanggar aturan operasional seperti membolehkan makan ditempat, hari ini 33 orang pemilik rumah makan atau manajemen restoran kami panggil ke Kantor Satpol PP Kabupaten Bogor untuk diberikan himbauan dan peringatan keras tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan pelanggarannya," kata Jokowi kepada wartawan, Rabu (27/5/2020).

Lebih lanjut, pria asli Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah ini menambahkan apabila besok hingga masa PSBB berakhir mereka melakukan pelanggaran peraturan PSBB maupun protokol kesehatan maka Satpol PP secara tegas akan memberikan sanksi denda.

"Hari ini 33 orang pemilik rumah makan atau manajemen restoran menandatangani pernyataan untuk tidak mengulanggi pelanggarannya, apabila tetap melanggar peraturan PSBB atau protokol kesehatan maka kami akan berikan sanksi denda, minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 10 juta," tambah Jokowi.

Mengenai risiko penularan wabah virus corona (covid 19) baik kepada pelaku jasa rumah makan, restoran maupun masyarakat Kawasan Puncak maka Pemkab Bogor belum bisa melaksanakan rapid test atau swab test covid 19.

"Tidak ada peraturan bahwa Pemkab Bogor membiayai pelaksanaan rapid test atau swab test covid 19 pegawainya, paling kalau mau dilakukan itu tanggung jawab pemilik rumah makan atau restoran tersebut,"  tutur Jokowi.

Ia menjelaskan walaupun jajaran Divisi Pengamanan Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor belum memberikan sanksi tegas berupa denda, namun alumni STIE Malangkucecwara Kota Malang ini menyakini semakin hari masyarakat semakin disiplin dalam menerapkan peraturan PSBB.

"Kalau rumah makan maupun restoran hingga saat ini hanya diberikan sanksi peringatan keras, sementara masyarakat yang tidak menggunakan masker kami berikan sanksi kerja sosial dan tidak kami kenakan sanksi membayar denda uang namun dengan adanya tindakan persuasif diataa sudah ada kok peningkatan disiplin masyarakat dalam melaksanakan peraturan PSBB dan protokol kesehatan," jelasnya. (Reza Zurifwan)