Tingkatkan Partisipasi Aktif Tangani Covid-19, Muhammadiyah Luncurkan RCEE dan KIE

Tingkatkan Partisipasi  Aktif Tangani Covid-19, Muhammadiyah Luncurkan RCEE dan KIE

INILAH, Garut,- Partisipasi aktif Muhammadiyah dalam turut andil penanganan Covid-19 melalui gugus tugasnya Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) terus diintensifkan. Terbukti, hingga 26 Mei 2020, tercatat ada sebanyak 4.984 kasus Covid-19 ditangani perawatannya di sebanyak 77 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) di seluruh Indonesia. Pasien kasus Covid-19 tersebut terdiri atas sebanyak 3.126 kasus ODP, 1.623 kasus PDP, dan 235 kasus positif.

Peran aktif Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19 tersebut tak terlepas dari adanya kolaborasi dukungan internal jaringan struktur organisasi Persyarikatan Muhammadiyah beserta warganya dan dukungan eksternal perusahaan swasta serta lembaga mitra.

Hal itu disampaikan Ketua MCCC PP Muhammadiyah, Agus Samsudin dalam siaran persnya terkait Konferensi Pers Penanganan Covid-19 Muhammadiyah di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Rabu (27/5/2020).

Agus menyampaikan, dalam upaya penanganan Covid-19, MCCC dengan lembaga mitranya meluncurkan berbagai program spesifik. Antara lain program RCCE (Risk Communication and Community Engagement/Komunikasi Risiko dan Keterlibatan Masyarakat) yang berfokus pada upaya mempromosikan perilaku pencegahan dan perilaku yang akan melindungi kesejahteraan anak selama pandemi Covid-19.

Perilaku sasarannya lanjutnya, meliputi tinggal di rumah, menjaga jarak sosial dan fisik, mencuci tangan dengan sabun, tidak menyentuh wajah, etiket batuk / bersin, menggunakan masker, diet sehat, isolasi diri, dan perilaku yang berkaitan dengan perilaku kesejahteraan anak seperti imunisasi, ANC dan tindakan perlindungan anak.

Program tersebut akan menyasar komunitas masyarakat di enam provinsi, yaitu Sumatera Utara di Kota Medan dan Deli Serdang; Sumatera Barat di Kota Padang dan Pariaman; Lampung di Kota Metro; dan Jawa Barat di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Kota dan Kabupaten Bekasi. Juga Propinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin, Barito Kuala dan Banjar Baru; dan Propinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Goa dan Maros.

Dikatakan Agus, di kota-kota tersebut MCCC akan melaksanakan kegiatan-kegiatan rekruitmen dan pelatihan relawan, menjalankan mobil penerangan keliling, membuat fasilitas cuci tangan. Kemudian memfasilitasi rapat komunitas secara daring untuk membuat rencana kerja, merancang membuat dan mendistribusikan materi-materi sosialisasi yang disampaikan melalui mobil penerangan keliling, pertemuan komunitas serta kampanye media sosial.

Ditambahkannya, program lain akan diluncurkan yakni edukasi melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) sebanyak 1.700 panduan pencegahan covid-19 di 34 kabupaten di Indonesia.

Sebanyak 340 relawan Muhammadiyah melakukan edukasi keliling menggunakan kendaraan edukasi (mobil keliling) untuk #dirumahaja; 65 buah Baliho edukasi protokol pencegah covid di 13 provinsi. Pembuatan panduan-panduan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dan bagaimana mekanisme, prosedur dan kemampuan menghadapi wabah. Pembuatan meliputi 10 topik, antara lain ‘Apa itu Covid-19?’, Istilah-istilah Covid-19’, panduan pribadi, panduan komunitas dan panduan pengurusan jenazah.

Program lainnya kerjasama dengan lembaga mitra MCCC meliputi diseminasi informasi dan edukasi masyarakat, pembentukan call center, Layanan Dukungan Psikososial (LDP), webinar, pelatihan daring, pelatihan penggunaan APD untuk tenaga kesehatan, pembuatan situation room untuk operasional call center dan LDP serta monitoring dan evaluasi (monev).

"Muhammadiyah melalui MCCC mengajak seluruh komponen bangsa untuk tetap waspada. Secara rasional menggunakan ilmu pengetahuan yang sesuai untuk bersama sama merespon Covid-19," ungkapnya.

Dia menegaskan, kini saatnya seluruh elemen bangsa memberikan kontribusi dengan kekuatan masing-masing, memberikan informasi yang benar dan penuh kejujuran.
"Masyarakat luas untuk tetap mengikuti anjuran Persyarikatan Muhammadiyah dan pemerintah untuk tetap membiasakan diri hidup bersih dengan menjaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan," pungkasnya.(zainul mukhtar)