Masjid di Kota Bogor Akan Disulap Jadi Lumbung Pangan

Masjid di Kota Bogor Akan Disulap Jadi Lumbung Pangan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor mulai mengaktivasi masjid-masjid di Kota Bogor menjadi sarana edukasi dan lumbung pangan. Hal ini dilakukan untuk mendukung ketentuan pemerintah dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Kota Bogor.

Ketua DMI Kota Bogor, KH Ade Sarmili mengatakan, memang selayaknya masjid harus berfungsi sebagai tempat memenuhi kebutuhan umat. Salah satunya, kebutuhan tentang pemahaman akan sebuah konsep dan teori.

"Disaat umat dalam kondisi kekurangan pangan, maka masjid harus siap menjadi lumbung pangan," ungkap Ade kepada INILAH pada Rabu (27/5/2020) sore.

Ade melanjutkan, masjid harus memiliki peran beragam. Masjid, kata dia, harus berperan sebagai tempat ibadah sosial dan peradaban.

"Saat ini ada masjid Al Maghfiroh di komplek Unitex, Kecamatan Bogor Timur dan Masjid Baiturridwan di Yasmin, Kecamatan Bogor Barat dan masih banyak lagi. Ini tergantung kreatifitas DKM bersama warga jamaahnya," tambahnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjelaskan, dirinya telah memerintahkan camat dan lurah untuk aktivasi masjid sebagai pusat edukasi masyarakat.

"Sebagai lumbung pangan selain dapur pangan di kelurahan. Satu kelurahan satu dapur umum mengantisipasi bansos BLT tidak tepat sasaran," terang Bima.

Bima melanjutkan, memang masjid-masjid masih diawasi agar tidak terjadi penumpukan manusia, tetap ada pembatasan dan tata cara beribadah. Dirinya berharap masjid-masjid ini aktif mengambil peran, tidak saja untuk mengedukasi warga melalui corong-corongnya, melalui speakernya, melalui DKM nya, tetapi juga bisa menjadi tempat alternatif untuk pusat logistik. 

"Masjid jadi pusat edukasi, masjid juga jadi pusat crisis center. Jadi, saya tekankan tata cara beribadah, tetap semuanya diberlakukan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)