Pelaku Usaha Pariwisata Bandung Selatan Siap Terapkan New Normal

Pelaku Usaha Pariwisata Bandung Selatan Siap Terapkan New Normal
Objek Wisata Kawah Putih. (Ilustrasi/Dok InilahKoran)

NILAH,Bandung- Para pelaku usaha jasa wisata di Bandung Selatan bersiap menyambut new normal atau normal baru dalam menjalankan usahanya.

Kembali membuka usaha dengan menerapkan semua aturan new normal menjadi pilihan tepat untuk kembali menggerakan sektor pariwisata yang tengah terpuruk.

"Kami optimistis menyongsong new normal. Harapannya, pemberlakuan new normal ini bisa menggerakan kembali perekonomian salah satunya di sektor pariwisata. Untuk menyongsong normal baru ini juga kami siap menerapkan berbagai protokol kesehatan disetiap titik objek wisata yang kami kelola," kata pengelola objem wisata Glamping Lakeside Situ Patengang, Marcelinus, melalui ponselnya, Rabu (27/5/2020).

Dikatakan Marcelinus, pemberlakuan new normal menjadi pilihan bagi semua orang di dunia. Artinya, meskipun pandemi virus corona (covid-19) masih ada, namun kehidupan harus tetap berjalan seperti biasa, dengan syarat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena jika terus menyerah dengan keadaan ini, tentunya perekonomian akan semakin terpuruk dan menuju kehancuran.

"Kalau sampai beberapa bulan kedepan masih seperti ini, kami tidak akan kuat. Seperti di Glamping dan Situ Patengang itu ada sekitar 800 Kepala Keluarga (KK) dan ratusan orang lainnya yang menggantungkan hidup disini. Kalau terus tutup enggak akan kuat, kesehatan memang penting tapi ekonomi juga wajib. Makanya new normal menjadi salah satu cara untuk tetap bertahan hidup dan berusaha ditengah pandemi covid-19 ini," ujarnya.

Marcelinus melanjutkan, belum lama ini ia dan beberapa pelaku usaha pariwisata di Bandung Selatan melakukan pertemuan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung. Pertemuan tersebut untuk dengar pendapat dan membahas new normal dengan menerapkan protokol kesehatan dan aturan lainnya di lokasi wisata. Karena memang new normal ini berbeda dengan biasanya dan memerlukan kesadaran dan kedisiplinan semua orang. 

"Kami sangat antusias menyambut inisiatif dari pihak Dinas Pariwisata yang telah mengundang dan berdilog dengan soal kesiapan menyongsong new normal. Dalam waktu dekat pihak dinas akan merumuskan aturannya seperti apa, kemudian diajukan kepada bupati. Nanti kalau ada objek wisata yang siap membuka usahnya kembali, akan dicek kesiapannya oleh dinas dan diberikan rekomendasi," katanya.

Sebenarnya, lanjut Maecelinus, untuk ditempat yang dikelolanya berbagai persiapan telah dilakukan sejak lama. Mulai dari kamar semprot disinpektan, tempat cuci tangan, pembatasan kapasitas resto dan perahu hingga 50 persen dari normal, kemudian pembatasan kapasitas jembatan dan perahu serta atrean pengunjung pun diberikan jarak hingga dua meter.

"Kami juga menyiapkan masker yang wajib dipakai oleh pengunjung. Dan ternyata berbagai persiapan kami ini tidak jauh berbeda dengan ketetapan atau aturan dari pemerintah. Jadi kami siap kapanpun untuk buka kembali," ujarnya.

Terpisah, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bandung, Yudi Abdurahman, mengaku hingga saat ini belum mendapatkan informasi apakah Kabupaten Bandung termasuk dalam salah satu kabupaten kota di Jabar yang bisa menerapkan new normal. Apalagi saat ini juga, beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 28 Mei.

"Apakah Jabar ikut semua kabupaten kotanya atau tidak, kami harus koordinasi dulu dengan Pemprov Jabar. Selain itu kan kami juga harus evaluasi dulu PSBB, karena kan new normal ini juga menyangkut aturannya seperti apa," katanya. (rd dani r nugraha).