Pandemi Corona, BNN Kota Cimahi Setop Pelayanan Rehabilitasi

Pandemi Corona, BNN Kota Cimahi Setop Pelayanan Rehabilitasi

INILAH, Cimahi- Pandemi virus korona atau Covid-19 memaksa Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi menghentikan sementara pelayanan rehabilitasi pecandu secara langsung atau tatap muka.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi, Samsul Anwar mengatakan, meski pertemuan tatap muka dihentikan sementara, namun pihaknya tetap melakukan pelayanan rehabilitasi secara online.

"Kita rehabilitasi masih jalan secara online, karena kita kan full WFH (work from home)," kata Samsul saat dihubungi, Rabu (27/5/2018).

Sejauh ini, terang Samsul, ada delapan orang pecandu narkoba berbagai jenis yang terdaftar sebagai klien rehabilitasi BNN Kota Cimahi. Rinciannya, penyalahguna triheks enam orang dan sisanya ganja sintetis serta obat-obatan terlarang.

Ia menjelaskan, layanan rehabilitasi secara online dilakukan menggunakan media sosial WhatsApp. Untuk waktunya, tergantung kondisi yang dialami pecandu. Namun jika ada indikasi butuh komunikasi lebih intens, baru ditindalanjuti konseling. 

Untuk materi rehabilitasinya pun, kata Samsul, disesuaikan juga dengan kondisi klien. Begitupun dengan pemberian obat kesehatan yang akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan klien.

Biasanya, kata dia, pihaknya mendengarkan terlebih dahulu permasalahan yang dialami pecandu. Mereka biasanya konsultasi terkait kesehatan, kondisi keluarga mereka atau bisa ada temen yang ngajak pakai lagi.

Meski selama pandemi Covid-19 pelayanan hanya dilakukan secara online, namun BNN Kota Cimahi tidak menutup kemungkinan melakukan pertemuan langsung dengan pecandu apabila kondisinya darurat.

"Kalau terpaksa minta bertemu kami menerapkan protokol Covid-19," ucap Samsul.

Ia melanjutkan, keberhasilan program rehabilitasi untuk menghilangkan kecanduan klien terhadap narkotika tergantung kondisi yang bersangkutan.
"Kalau mereka yang sudah sangat kecanduan obat, keberhasilan 50 persen. Tapi kalau baru coba pakai keberhasilannya tinggi," sebutnya.

Tahun ini sendiri, lanjut Samsul, pihaknya hanya mendapat jatah 20 orang untuk menjalani rehabilitasi secara gratis. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1 juta setiap orangnya.

"Kalau kondisinya sudah normal, kita pasti buka lagi pendaftaran. Kan masih ada 12 orang lagi sisa kuota," pungkasnya.a