Penghuni 11 Rumah Terdampak Proyek KCIC Kembali Gusar

Penghuni 11 Rumah Terdampak Proyek KCIC Kembali Gusar
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Penghuni 11 rumah yang bermukim di Kampung Tegal Nangklak, RT 21/08, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, kembali dirundung kegelisahan. Bagaimana tidak, rumah yang mereka tinggali selama ini, nyaris rata dengan tanah akibat pergeseran tanah akibat getaran dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Upaya ganti rugi dari perusahaan kontraktor, masih belum ada kejelasan. Hal itu yang membuat mereka gusar. Alhasil, mereka pun berontak. Klimaksnya, mereka terpaksa memblokade jalan yang selama ini jadi akses kendaraan proyek nasional itu. Bahkan, mereka mendirikan portal dan memasang tenda untuk mereka bertahan.

Salah satu rumah yang mengalami kerusakan akibat pembangunan jalur kereta ini adalah milik Cucu Mulyati. Saat ditemui dilokasi, Cucu berujar, jika rumahnya sudah tak bisa lagi ditempati. Beberapa bagian rumahnya, nyaris rata dengan tanah. Sebenarnya, kerusakan rumahnya itu sudah berlangsung sejak pertengahan September 2019 kemarin.

"Yang terkena imbas, ada 11 rumah. Beberapa diantaranya, sudah roboh dan nyaris rata dengan tanah. Sebagian lagi, mengalami retak-retak cukup parah," ujar Cucu kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Cucu menjelaskan, pemukiman mereka ini berdekatan dengan lokasi pembangunan terowongan yang menjadi pendukung jalur kereta. Dari awal, warga yang rumahnya berdekatan proyek tersebut berharap ada konpensasi atau minimalnya kediaman mereka mendapat gusuran ganti rugi. Karena, mereka menyadari jika kediaman mereka akan terkena imbas.

"Tapi hal itu tidak terealisasi. Benar saja, yang kami khawatirkan itu terjadi. Rumah kami rusak akibat adanya getaran yang diakibatkan dari proyek itu," jelasnya.

Cucu menuturkan, dia bersama warga di desanya ini telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak KCIC. Dari pihak perusahaan, kata dia, upayanya baru sebatas memberi uang sebesar Rp 1 juta untuk ngontrak rumah. Itu pun, hanya bertahan lima bulan terhitung September kemarin.

"Ke sininya ga ada kejelasan. Dalam hal ini, kami hanya ingin rumah kami pindah dan diganti," katanya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan itu lokasinya memang cukup berdekatan dengan lokasi proyek kereta cepat. Bahkan, terowongan hang dibangun, posisinya berada di bawah rumah mereka ini. Sedangkan, di bagian atasnya itu merupakan akses untuk armada proyek tersebut.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya telah menerima laporan terkait aksi protes dari warga di kampung itu. Hari ini juga, pihaknya meminta dinas terkait untuk turun ke lapangan mengecek kondisi di lokasi.

"Kami akan membantu berkordinasi dan mengkomunikasikan keinginan warga ini ke pihak perusahaan," ujarnya singkat. (Asep Mulyana)