Penerapan New Normal, Purwakarta Tunggu Juknis Pemprov dan Pusat

Penerapan New Normal, Purwakarta Tunggu Juknis Pemprov dan Pusat
dok/inilahkoran

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta, saat ini masih melakukan pembahasan mengenai persiapan untuk kenormalan baru (new normal) pascamerebaknya pandemi Covid-19. Namun, pada dasarnya wilayah ini siap dengan hal itu.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, untuk penerapan new normal ini masih dikaji, terutama menyangkut petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaannya. Namun, jika merujuk informasi dari pemprov Jawa Barat, new normal ini akan dilakukan terhitung 1 Juni nanti.

“Kami masih menunggu informasi selanjutnya dari pemprov. Tapi kemungkinan, di Purwakarta rencananya akan diterapkan new normal ini pada 7 Juni mendatang,” ujar Anne di Posko Penanggulangan Covid-19 Gedung Bakorwil, Kamis (28/5/2020).

Anne menjelaskan, secara umum Purwakarta sudah siap. Tinggal menunggu juklak dan juknis dari pusat maupun provinsi. Saat ini, yang sudah turun juklak dan juknisnya baru dari Kemenkes, mengenai pelaksanaan kesehatan yang terkait dengan dunia kerja.

Dalam petunjuk tersebut, sambung dia, ada beberapa langkah yang akan direalisasikan saat new normal nanti. Yaitu, untuk sektor usaha (ekonomi) dan sektor wisata. Kedua sektor ini, secara bertahap akan dibuka dan menuju normal kembali.

“Jadi, pembukaannya tidak sekaligus. Melainkan, bertahap serta langsung dievaluasi untuk mengetahui dampak selanjutnya,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Anne, pemkab juga akan menyiapkan posko-posko new normal di tempat-tempat keramaian. Seperti, supermarket dan tempat wisata. Namun, posko itu tidak disiapkan di pinggir jalan, seperti saat PSBB berlangsung.

Anne berharap, meskipun new normal akan diterapkan pihaknya menghimbau supaya warga tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang telah berlangsung selama ini. Seperti, kalau kemana-mana selalu menggunakan masker. Sering cuci tangan pakai sabun dan menerapkan polah hidup bersih dan sehat. Serta, tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (Asep Mulyana)