Selain Akibatkan Rumah Rusak, Tebing Kali Cigede Desa Gunung Putri Juga Rawan Longsor

Selain Akibatkan Rumah Rusak, Tebing Kali Cigede Desa Gunung Putri Juga Rawan Longsor
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Gunung Putri - Pemerintahan Desa Gunung Putri dan Fraksi DPRD PKS Kabupaten Bogor akan meminta bantuan Kementerian Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pengajuan bantuan itu dilakukan karena tebing di Kali Cigede di Kampung Gunung Putri Selatan sepanjang 1 km dan memiliki ketinggian 100 m itu terancam longsor.

Selain itu, pergeseran tanah yang terjadi di RW 07 dan RW 02 Desa dan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu membuat 13 unit rumah mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat.

"Sebanyak 4 unit rumah mengalami rusak berat, 3 unit rumah mengalami rusak sedang, dan 6 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan. Selain itu, tebing Sungai Cigede juga terancam longsor hingga warga memohon  bantuan dari Kementerian Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat," kata Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Dia menerangkan, untuk 7 unit rumah yang mengalami rusak berat dan sedang yang ditinggali puluhan jiwa itu Pemdes Gunung Putri mengusulkan kepada Pemkab Bogor ataupun Pemprov Jawa Barat untuk direlokasi ke tempat yang yang lebih aman.

"Pergeseran tanah terus terjadi hingga beberapa tahun ini tanpa sebelumnya ada antisipasi penangganan, oleh karena alasan itu dan lainnya kami mengusulkan agar 7 unit rumah yang mengalami rusak berat dan sedang segera direlokasi ke tempat yang lebih aman," terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Ahmad Fathony dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor KH Agus Salim yang mengunjungi lokasi pun langsung memberikan bantuan uang dan paket sembako untuk pemilik 13 unit rumah yang mengalami kerusakan.

"Bantuan uang dan paket sembako ini hanya stimulus dan bagi kader PKS yanh mampu akan berlanjut memberikan bantuan sosial kepada masyarakat RW 07 dan RW 02 Kampung Gunung Putri Selatan, Desa Gunung Putri yang terdampak bencana pergeseran tanah ini," ucap Fathoni.

Mengenai permohonan penangganan bencana alam pergeseran tanah ini, ia menjelaskan akan dikomunikasikan dengan Pemkab Bogor, Pemprov Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

"Sungai itu kan kewenangannya ada di Pemprov Jawa Barat ataupun pemerintah pusat hingga untuk penangganan tebing yang terancam longsor, kami akan meminta bantuan mereka," jelasnya.

Dari pantauan Inilah Koran, di sejumlah unit rumah yang mengalami kerusakan dan tebing Sungai Cigede yang terancam longsor sudah diberikan pembatasan dengan garis polisi agar warga tidak mendekat dan menjadi korban.

Warga sekitar pun sudah diimbau agar warga menjauh dari lokasi kejadian memerintahkan untuk siaga 1 dan untuk pengurus lingkungan serta warga untuk bersiap-siap menjaga segala kemungkinan yang tidak diinginkan. (Reza Zurifwan)