Rumah Ibadah di Bogor Wajib Jalankan Protokol Kesehatan Ketat

Rumah Ibadah di Bogor Wajib Jalankan Protokol Kesehatan Ketat
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor mengeluarkan surat edaran panduan protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah yang berada di wilayah Kota Bogor. Aktivasi rumah ibadah ini juga harus memiliki izin dari Pemkot Bogor yang disampaikan melalui aparatur kelurahan dan tentunya dalam pengawasan tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, dirinya menyampaikan kebijakan terkait dengan aktivasi rumah ibadah dan ia meyakini bahwa Covid-19 ini adalah ujian yang maha berat sehingga semaksimal mungkin pemerintah melakukan ikhtiar. Tetapi usaha manusia ada batasnya, ikhtiar manusia juga ada ujungnya.

"Bagaimanapun juga ketika dokter berusaha usaha untuk mengobati, ketika pemerintah berikhtiar untuk melakukan pengawasan, ketika seluruh elemen di kota berikhtiar semaksimal mungkin untuk mengamankan tetapi yang menyembuhkan yang menghilangkan penyakit adalah sang pencipta Allah SWT. Karena itu pemerintah kota mengajak kepada semua untuk terus bermunajat memohon kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa agar kita diberikan kekuatan, agar kita diberikan kesabaran untuk bisa melewati masa yang sangat berat ini," ungkap Bima didampingi Ketua DMI Kota Bogor KH Ade Sarmili serta selurah Camat Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Kamis (28/5/2020).

Bima melanjutkan, pihaknya aktivasi dari seluruh rumah ibadah di Kota Bogor, bisa ikut serta dalam membantu warga dengan menjadi pusat edukasi kepada warga tetapi juga sebagai pusat ibadah bersama-sama untuk memohon kepada Tuhan yang maha kuasa, agar kita semua dikuatkan menghadapi cobaan.

"Pemkot bersama-sama dengan MUI dan DMI Kota Bogor menyepakati untuk merumuskan suatu protokol kesehatan, agar rumah ibadah bisa tetap menjalankan aktivitas ibadah tetapi tetap dengan memaksimalkan protokol kesehatan dan meminimalkan risiko penularan," tambahnya.

Bima menerangkan, para camat di Kota Bogor yang akhir-akhir ini terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat juga tokoh agama, soal kebijakan tentang rumah ibadah agar tersampaikan dengan baik. Dirinya sore ini juga baru menandatangani surat edaran dari walikota, tentang kegiatan keagamaan khususnya di masjid.

"Tetapi pada prinsipnya seluruh rumah ibadah termasuk juga gereja dan vihara kami minta untuk memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi bagi gereja atau masjid dan rumah ibadah lainnya yang siap dengan protokol kesehatan ketat, insyaallah akan diizinkan untuk melakukan kegiatan ibadah secara bersama-sama. Dalam surat edaran ini untuk masjid kami mengatur bahwa masjid diperkenankan melakukan kegiatan keagamaan dengan syarat ada pengawasan dari gugus tugas Covid-19 Kota Bogor," terang politisi PAN itu.

Bima menjelaskan, kedepannya ada permohonan dari pihak kelurahan yang nanti disampaikan ke Pemkot Bogor dan nanti diputuskan masjid-masjid mana yang bisa diawasi serta diberlakukan protokol kesehatan ketat, sehingga bisa bersama-sama menjalankan ibadah.

"Protokol kesehatan yang ketat itu, seperti menyediakan sarana cuci tangan, melakukan pemeriksaan suhu tubuh jamaah, menggunakan masker bagi pengurus maupun jamaah, membawa sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan atau bersentuhan, jaga jarak antar jamaah sekitar dua meter, dianjurkan untuk membaca ayat-ayat pendek atau mempersingkat pelaksanaan khotbah, kemudian wajib memakai masker tidak berdesakan dan ada pengaturannya ketat ketika memasuki masjid. Tentunya tidak melampaui kapasitas masjid," jelasnya.

Untuk jamaah juga dianjurkan membaca Alquran dari gawai ataupun dari Al-qur'an pribadi. Bagi jamaah yang kurang sehat hingga terdeteksi petugas atau DKM masjid tidak diperbolehkan untuk berjamaah di masjid. Bagi masjid di pemukiman warga bagi warga setempat di sekitar masjid bisa melakukan ibadah dalam masjid tersebut dan pemerintah mengimbau agar dalam pelaksanaan ibadah di masjid tidak mengajak anak-anak dibawah 15 tahun serta lansia diimbau untuk tetap beribadah atau shalat dirumah.

"Itu gambaran secara teknis protokol kesehatan yang dirumuskan oleh pemerintah kota bersama-sama dengan MUI dan DMI Kota Bogor, agar dipedomani dan terus insyaallah akan disosialisasikan ke wilayah oleh kami, untuk memastikan bahwa ibadah bisa berjalan dengan betul-betul meminimalkan resiko kontaminasi atau infeksi dari Covid-19 di Kota Bogor ini. Kebijakan ini, akan kami evaluasi sesuai dengan perkembangan hari ke hari dari Covid-19 di Kota Bogor, kita kawal bersama-sama dan kita evaluasi bersama-sama terus menerus," pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PDI Perjuangan Atty Somaddikarya sepakat sebelum mal dibuka kembali sebaiknya tempat-tempat ibadah wajib dibuka terlebih dahulu. Namun, Atty menekankan agar protokol kesehatan yang maksimal harus tetap diberlakukan dalam kegiatan ibadah demi keselamatan dan kesehatan bersama.

"Tetap waspada dengan memakai masker, jaga jarak, dan sesering mungkin cuci tangan. Teruskan membiasakan diri dan keluarga untuk hidup sehat, dengan menerapkan tata cara hidup bersih dan sehat," ungkap Atty.

Atty pun mengajak masyarakat, khususnya warga Bogor untuk beraktivitas seperti biasa supaya ekonomi berjalan stabil. Dengan begitu, dapur warga akan terus 'ngebul'. Dan dengan protokol kesehatan yang wajib diterapkan di masa 'New Normal',  fisik warga juga akan selalu sehat dan  hati pun riang gembira.

"Hilangkan rasa panik dan jangan terserah. Satu kata, kita lawan Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan kesehatan dimulai dari diri kita sendiri. Indonesia Bisa!,"pungkas Atty. (Rizki Mauludi)