New Normal, PT Inti Terapkan Lima Skenario Bisnis Ini

New Normal, PT Inti Terapkan Lima Skenario Bisnis Ini
istimewa

INILAH, Bandung - Peningkatan jumlah proyek berstatus positif itupun memaksa PT Industi Telekomunikasi Indonesia (Inti) menerapkan aturan baru. Direktur Utama PT Inti Otong Iip mengatakan, aturan kerja baru itu sesuai dengan sejumlah protokol, prosedur kerja, dan skenario yang ketat agar tidak ada pihak yang terdampak pandemi Covid-19.

"Skenario bisnis baru itu harus diterapkan karena mayoritas bisnis perusahaan melibatkan banyak personel lapangan dan mobilisasi lintas area," kata Otong, Jumat (29/5/2020).

Dia menegaskan, pihaknya menyiapkan lima protokol kesehatan khusus untuk aspek interaksi karyawan, pelanggan, mitra usaha, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain protokol interaksi yang telah disosialisasikan pada semua pihak itu, PT Inti pun telah menerapkan protokol implementasi The New Normal untuk mendukung berbagai prosedur terkait pandemi Covid-19 yang telah dijalankan di seluruh unit kerja serta anak perusahaan dan afiliasi sejak 23 Maret 2020.

Menurutnya, penyusunan protokol itu sesuai dengan arahan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor S-336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal BUMN serta mengadopsi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri Dalam Rangka Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi.

Direktur Bisnis PT Inti Teguh Adi Suryandono yang juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) menyebutkan, pihaknya memiliki dua fokus utama dalam implementasi The New Normal. Objektif pertama yaitu aspek people yang mengharuskan adanya pengamanan terhadap orang, meliputi karyawan, pelanggan, mitra usaha, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya.

Lalu, objektif kedua yaitu business continuity yang mewajibkan pengamanan terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan. Poin ini dijalankan dengan menggenjot peluang bisnis baru yang relevan terhadap perubahan pola kegiatan industri menuju The New Normal.

"Dua fokus utama implementasi The New Normal tersebut siap dijalankan melalui lima fase skenario," ucapnya.

Sedangkan, Direktur Keuangan PT Inti Tri Hartono Rianto ikut menjelaskan fase pertama meliputi penyusunan dan rilis protokol perlindungan karyawan, pelanggan, mitra usaha, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya, serta prosedur kerja di tiap unit bisnis sesuai protokol Covid-19, yang dilanjut dengan tahapan evaluasi kesiapan protokol The New Normal.

"Fase I yang telah dijalankan ini berlanjut ke Fase II yaitu implementasi skenario The New Normal untuk proses bisnis yang kritikal terhadap kelangsungan usaha, yaitu pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan perangkat telekomunikasi (repair), produksi, dan proyek. Pada fase ini juga dijalankan tahapan evaluasi penerapan prioritas skenario The New Normal sebelum beranjak ke skenario berikutnya," jelasnya.

Selanjutnya, pada Fase III, IV, dan V, pihaknya akan menerapkan secara penuh skenario The New Normal di seluruh proses bisnis Perusahaan, yang diakhiri dengan evaluasi penerapan skenario tersebut.

“Perusahaan telah menjalani serangkaian assessment dari Kementerian BUMN. Hasilnya, PT Inti 100% ready facing the new normal,” tegasnya. (*)