Hormati Almarhumah Nyai Siti Dayang Prabu Siliwangi, Ustaz Raffi Lakukan Hal Ini

Hormati Almarhumah Nyai Siti Dayang Prabu Siliwangi, Ustaz Raffi Lakukan Hal Ini
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cileungsi - Ustaz Raffi Al Muniri selaku pemilik rumah yang awalnya menggali lubang untuk dijadikan septic tank hingga kemudian menemukan 4 buah uang koin kuno produksi Kerajaan atau Negara Belanda akhirnya memindahkan lokasi septic tank.

Dia mengatakan, hal itu dilakukan demi menghormati almarhum atau almarhumah pemilik kerangka tulang belulang manusia yang juga ikut ditemukan bersamaan dengan uang koin kuno, tusuk konde, cincin besi, cermin, dan paku besi tersebut.

Sebelumnya, dalam mediasi bersama rekan sesama ustaz dan warga lainnya pada Rabu (27/5/2020) kemarin kabarnya pemilik jasad tersebut mengaku bernama Nyai Siti dan salah satu dayang Prabu Siliwangi Kerajaan Pajajaran.

"Walaupun saya sudah keluar modal Rp500 ribu untuk menggali lubang sedalam 3,5 m dengan lebar dikali panjang 1 m dan juga sudah memindahkan sisa jasad ke TPU dekat rumah, demi menghormati pemilik jasad akhirnya saya memilih lubang tersebut ditutup lagi dengan tanah. Sebagai penggantinya kami akan menggali lubang septic tank di lokasi lain," ujar Ustaz Raffi kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Untuk menjaga lubang penemuan kerangka tulang belulang manusia, uang koin kuno, tusuk konde, cincin besi, cermin dan paku besi tersebut bersih dari kotoran, ayah dua orang anak ini pun beserta keluarganya lebih memilih menggunakan toilet umum untuk mandi maupun buang air besar.

"Untuk sementara, sambil menunggu ada uang untuk menggali lubang septic tank yang baru maka urusan mandi, buang air kecil maupun besar kita menumpang dulu di toilet umum milik lingkungan RT 01 RW 11 Kampung Cigorowong, Desa dan Kecamatan Cileungsi," sambungnya.

Mengenai empat buah uang koin kuno Kerajaan Belanda yang tahun produksinya 1790, 1839 dan lainnya dia mengaku sudah mengikhlaskannya ke negara dan hal itu juga sesuai amanat UU No 11/2010 tentang cagar budaya.

"Uang koin kuno Belanda tersebut yang kabarnya bernilai mukai dari puluhan ribu hingga Rp5 juta tersebut sudah kami ikhlaskan untuk diserahkan ke negara. Mulai kemarin pun sudah dititipkan di Kantor Koramil Cileungsi yang jaraknya hanya 1 kilometer dari rumah kami," tukasnya. (Reza Zurifwan)